Duhai Allah, sang pemilik takdir
Takdir-Mu selalu baik
Salah satunya, mengenal dia
Tak pernah terbayangkan sebelumnya kami akan meluikskan
kisah bersama, huah ini kalimat mainstrem, tapi banyak makna yang
tersimpan, kami tak pernah saling bertemu, jarang sekali untuk via suara, tapi
setiap rindu itu datang aku mencoba untuk menulis bait-perbait kata atau berdoa
untuknya, dia sahabat terbaik..
-Irfan Dary Nasution-
Engkau akrabkan nama tersebut di telingaku bertahun-tahun
sudah. Namun, aku baru mengenal sosok ini seutuhnya dalam asumsiku beberpa
bulan yang lalu, tak bisa aku benarkan asumsi ku ini sifat itu tak nampak dari
kasat mata.
Ya Allah, Yang maha
mendengarkan
Engkau lebihkan kesediaan mendengar pada laki-laki
Berkacamata-Mu yang satu ini
-Irfan Dary Nasuition
Sederhana saja penampilannya, Pendiam. Bertahan tanpa kata
kalau tak ada yang memulai. Kami tampak sangat berlawanan
Sahabat yang jarang sekali membagi masalahnya denganku
Allah kirimkan Sahabat yang sudi menyediakan telinganya
untuk mendengar celotehku, keluh kesahku, bahkan terkadang kalimat puitisku
yang tak penting
Yaa Rabb yang maha pengasih lagi maha penyayang
Engkau pertemukan aku dengan laki-laki yang lembut hatinya
Sahabat yang dengan ikhlas sangat terganggu dengan banyaknya
bahkan panjangnya pesan yang aku kirimkan ke ponselnya
Entah berapa kali penyuka warna biru langit ini terganggu
dengan keberadaanku
Ya Allah yang menyukai kebaikan
Pada laki-laki yang terkadang membuatku spontan tertawa ini,
Engkau anugrahkan hati yang sangat baik. Sungguh...
Ku hela napas membayangkan sosok yang satu ini bersedia
meluangkan waktunya ketika aku butuh pendapat nya
Mengenalkan teman-teman terbaiknya yang sungguh membantuku
atas apa yang belum aku ketahui
Sahabat yang rela berbagi buku yang beberapa waktu lalu aku
ingin memilikinya
Sahabat yang senantiasa terus menyemangatiku dan mendoakan
saat aku ingin mulai untuk berjuang lagi.
Ya Tuhan yang maha menetapkan,
1 July 1995. Melalui rahim seorang ibu , engkau lahirkan ia
ke dunia tanpa tahu kelak akan bersua denganku.
Menjadi Sahabat dalam mimpiku
Berkali-kali pernah aku ucapkan mimpi-mipi “gila” padanya
Dengan kuasa-Mu pula Engkau tetapkan kami menjadi sahabat
dalam meraih mimpi
Seperti mimpi yang kuutarakan tahun lalu padanya
Dan kini ia pun mimpi ku untuk bisa bersua dengannya,
membayangkan suatu hari kita akan menikmati hujan berlari kecil sambil mengenang
kalimat yang disebut mimpi di bawah serbuan hujan, Manis sekali...
20 tahun lebih kini usianya
Tak ada lilin-lilin lucu atau balon-balon cantik yang bisa
kuberikan. Hanya do’a-do’a terbaik yang kutiupkan dan kuterbangkan pada-Mu
“Untuk laki-laki yang lembut hatinya, bijaksana sikapnya.
Semoga Allah menjaga sahabatku ini dengan rahmat-Nya.”
Ku pejamkan mata ini dan kubayangkan ia sedang melakukan
hobinya taekwondo, voly, atau sepak bola atau bahkan nada-nada merdu yang
keluar dari pita suaranya-dalam dekapan indahnya musim semi Korea. Aku juga
menginginkannya menulis surat untukku di depan tembok Berlin yang gagah itu.
Semoga engkau mengistiqomahkan kami untuk selalu berada dalam jalan kebaikan.”
Ya Allah, Yang jiwaku ada pada-Mu.
Segala puji bagi-Mu yang telah mempertemukan kami dalam
kebaikan. Melalui hembusan angin aku memohon agar Engkau tetapkan kami menjadi
sahabat dalam meraih mimpi
Mimpi untuk menjadi sosok sholeh dan sholeha. Mimpi untuk
menjadi kebanggan orang tua. Mimpi untuk bisa menebar manfaat bagi orang
sekitar. Mimpi untuk menginjakkan kaki di berbagai belahan bumi-Mu yang lain. Mimpi
untuk tertawa bersama para penghuni di syurga-Mu kelak.Aaamiin Ya Rabb...
Seseorang yang jauh dari kata baik
Jejak Mimpi



