Kamis, 11 Februari 2016

Surat untuk sahabat mimpi: Melodi Mimpi

Duhai Allah, sang pemilik takdir
Takdir-Mu selalu baik
Salah satunya, mengenal dia
Tak pernah terbayangkan sebelumnya kami akan meluikskan kisah bersama, huah ini kalimat mainstrem, tapi banyak makna yang tersimpan, kami tak pernah saling bertemu, jarang sekali untuk via suara, tapi setiap rindu itu datang aku mencoba untuk menulis bait-perbait kata atau berdoa untuknya, dia sahabat terbaik..

-Irfan Dary Nasution-
Engkau akrabkan nama tersebut di telingaku bertahun-tahun sudah. Namun, aku baru mengenal sosok ini seutuhnya dalam asumsiku beberpa bulan yang lalu, tak bisa aku benarkan asumsi ku ini sifat itu tak nampak dari kasat mata.

Ya  Allah, Yang maha mendengarkan
Engkau lebihkan kesediaan mendengar pada laki-laki Berkacamata-Mu yang satu ini
-Irfan Dary Nasuition
Sederhana saja penampilannya, Pendiam. Bertahan tanpa kata kalau tak ada yang memulai. Kami tampak sangat berlawanan
Sahabat yang jarang sekali membagi masalahnya denganku
Allah kirimkan Sahabat yang sudi menyediakan telinganya untuk mendengar celotehku, keluh kesahku, bahkan terkadang kalimat puitisku yang tak penting

Yaa Rabb yang maha pengasih lagi maha penyayang
Engkau pertemukan aku dengan laki-laki yang lembut hatinya
Sahabat yang dengan ikhlas sangat terganggu dengan banyaknya bahkan panjangnya pesan yang aku kirimkan ke ponselnya
Entah berapa kali penyuka warna biru langit ini terganggu dengan keberadaanku

Ya Allah yang menyukai kebaikan
Pada laki-laki yang terkadang membuatku spontan tertawa ini, Engkau anugrahkan hati yang sangat baik. Sungguh...
Ku hela napas membayangkan sosok yang satu ini bersedia meluangkan waktunya ketika aku butuh pendapat nya
Mengenalkan teman-teman terbaiknya yang sungguh membantuku atas apa yang belum aku ketahui
Sahabat yang rela berbagi buku yang beberapa waktu lalu aku ingin memilikinya
Sahabat yang senantiasa terus menyemangatiku dan mendoakan saat aku ingin mulai untuk berjuang lagi.

Ya Tuhan yang maha menetapkan,
1 July 1995. Melalui rahim seorang ibu , engkau lahirkan ia ke dunia tanpa tahu kelak akan bersua denganku.
Menjadi Sahabat dalam mimpiku
Berkali-kali pernah aku ucapkan mimpi-mipi “gila” padanya
Dengan kuasa-Mu pula Engkau tetapkan kami menjadi sahabat dalam meraih mimpi
Seperti mimpi yang kuutarakan tahun lalu padanya
Dan kini ia pun mimpi ku untuk bisa bersua dengannya, membayangkan suatu hari kita akan menikmati hujan berlari kecil sambil mengenang kalimat yang disebut mimpi di bawah serbuan hujan, Manis sekali...

20 tahun lebih kini usianya
Tak ada lilin-lilin lucu atau balon-balon cantik yang bisa kuberikan. Hanya do’a-do’a terbaik yang kutiupkan dan kuterbangkan pada-Mu
“Untuk laki-laki yang lembut hatinya, bijaksana sikapnya. Semoga Allah menjaga sahabatku ini dengan rahmat-Nya.”
Ku pejamkan mata ini dan kubayangkan ia sedang melakukan hobinya taekwondo, voly, atau sepak bola atau bahkan nada-nada merdu yang keluar dari pita suaranya-dalam dekapan indahnya musim semi Korea. Aku juga menginginkannya menulis surat untukku di depan tembok Berlin yang gagah itu. Semoga engkau mengistiqomahkan kami untuk selalu berada dalam jalan kebaikan.”


Ya Allah, Yang jiwaku ada pada-Mu.
Segala puji bagi-Mu yang telah mempertemukan kami dalam kebaikan. Melalui hembusan angin aku memohon agar Engkau tetapkan kami menjadi sahabat dalam meraih mimpi

Mimpi untuk menjadi sosok sholeh dan sholeha. Mimpi untuk menjadi kebanggan orang tua. Mimpi untuk bisa menebar manfaat bagi orang sekitar. Mimpi untuk menginjakkan kaki di berbagai belahan bumi-Mu yang lain. Mimpi untuk tertawa bersama para penghuni di syurga-Mu kelak.Aaamiin Ya Rabb...

Seseorang yang jauh dari kata baik
Jejak Mimpi

Inspirasi Malam

Tau gak yang buat “jleb” itu apa?
Tau gak yang buat nyesek itu apa?
Tau gak yang buat kita ngiri dan harus keluar dari zona aman itu apa?
Kali ini bukan soal cinta, bukaan..
Bukan juga tentang orang tua
Bukan juga tentang sahabat, kasih sayang, atau yang lainnya, sama sekali bukan...

Ini adalah tentang start mimpi
Mimpi di start yang sama
Di titik awal yang sama
Diposisi yang sama

Saat yang lain, terutama kau
Yang jauh melambung tinggi diatas ku , sudah teramat jauh bahkan
Kini aku baru menyadari apa yang telah aku lakukan?
Aku ingin mengejar kalian
Aku ingin kita sama-sama dititik akhir yang sama nantinya
Tak peduli siapa yang duluan berada dititik akhir itu
Aku, kau, ataupun dia

Mereka sungguh mengagumkan
Mereka sungguh membuat ku banyak terinspirasi
Mereka sungguh menyadarkan ku dari “nina bobokan” kemalasan tuk memulai

Hai, apa kabar tuan berkacamata?
Aku masih ingat jelas saat-saat yang lain ingin pulang karna sudah kemalaman
Kau sudih menerima pintaku untuk mengajarkan pelajaran angka-angka itu
Tak hanya itu bahkan kau selalu mengingatkan dan mengajakku untuk sering berdiskusi ketika detik-detik SBMPTN
Huaaahhh mesih terngiang dan teramat jelas jasa ramah tamahmu, kawan
Tak hanya itu, bahkan saat perkuliahan pun kau masih sudih membantuku
Kau sungguh mengagumkan

Tuan berkacamata ini pun sedang menjalani perkulihan pendidikan kedokteran di salah satu universitas negeri di pulau sumatera
Ia masih dengan sosok yang sama, sosok yang sungguh mengagumkan, menginspirasi, dan keramahtamahannya masih seperti dulu
Ia sangat terkenal di universitasnya
Telah banyak mengharumkan nama univ dengan deretan prestasi-prestasi yang telah ia ukir nasional bahkan inernasional
kemarin ia berhasil mendapatkan juara 2 di perlombaan tingkat internasional mewakili Indonesia di Australi
Aaahhh....sungguh dari dulu kau membuatku iri denganmu, menyadarkan ku untuk segera kembali melangkah untuk menyusulmu dan sepertimu dengan kemampuan yang aku miliki..

Selamat, kau telah kembali membuatku terinspirasi, ayo jadi lebih baik, ayo keluar dari zona aman

“Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang mengubahnya”ar-ra'd ayat 11

Jejak Mimpi