Assalamu’alaikum Wr. Wb, Semangat pagi di hari Sabtu ini para
Perindu Syurga-Nya J
Bagaimana keadaanmu dan keluargamu pekan ini? Teruntuk mahasiswa
yang lagi liburan, bagaimana target liburannya? Jangan lupa untuk tetap mengisi
target dan menjalankan aktivitas jasadiyah, ruhaniah, dan fikiriahnya ya J
Di hari Sabtu pagi menjelang siang ini, ingin meluangkan waktu, fikiran,
dan perasaan buat menulis mengisi waktu kosong sembari menunggu adik-adik
pulang sekolah.
Perkenalan sudah kan ya? Saya sekarang udah mau masuk semester 6, huaaa
udah tua ya? Udah bakal sibuk dan padet banget nantinya. Akankah masih aktif
organisasi seperti dahulu? Akankah masih terus memberikan kontribusi terbaik
dan memberi warna di dalam organisasi itu? Akankah masih terus mengunjungi
adik-adik RumBel Al-Barokah di Panti Asuhan belakang Kampus?Akankah masih terus
menemani dik Ayla melihat langit, dan gumpalan-gumapalan awan, demi menanti
tenggelamnya matahari di setiap hari sabtu sore di gedung putih kampus lantai 4
itu? Akankah masih terus bisa jalanin hobby di akhir pekan? Akankah bisa terus
menjaga semangat di titik kejenuhan ini? Sungguh aku membutuhkan mereka para
pejuang kebaikan yang mempunyai visi yang sama, yang bisa terus saling
mengingatkan, menguatkan, dan menyemangatin dikala diri tak bersemangat.
Mengingatkan mimpi kita dikala aku mulai melupakannya. Aku sempat menemukan
pejuang kebaikan itu, di akhir kepengurusan kemarin para punggawa SOSMAS, aku
sungguh mencintai kalian, berat rasanya berpisah. Namun selamat tinggal bukan
berarti berpisah selama-lamanya bukan?Ini bisa berarti sampai jumpa dipertemuan
selanjutnya nanti, dan ku harap kita masih bisa bersama di naungan Dapartemen
itu, semoga...
Hmm ngomong-ngomong tentang dunia perkuliahan, pernah tidak dalam
satu waktu, kamu merenungi dirimu sendiri tentang kuliah yang sedang kamu
jalani saat ini. Dari ribuan mahasiswa satu angkatan di kampusmu, apa yang membuatmu berbeda dengan mereka
semua?
Apa “nilai lebih” yang kamu miliki dibandingkan dengan ribuan
mahasiswa yang lain? Apa yang membuatmu merasa menjadi lebih berharga dan dan kamu merasa layak untuk mendapatkan
peluang-peluang bagus setelah lulus nanti?
Lalu, setelah kamu lama merenunginya. Di semester tua yang semakin
mencekam karena skripsi atau TA yang menghantui. Ada perasaan menyesal selepas
bertahun dikampus dan kamu tidak pernah mengambil peran untuk menjadi apapun. Kamu
sibuk dengan dirimu sendiri, pergi pagi dan segera pulang selepas kuliah. Itupun
kalau tidak ada ajakan main dan nonton. Malas berorganisasi dan aktif
dikegiatan baik di dalam jurusan maupun di luar jurusan. Tidak pernah mengambil
kesempatan untuk ikut pertukaran pelajaran. Hampir absen disemua seminar dan
kuliah umum di kampus yang diadakan baik oleh himpunan ataupun fakultas karena
merasa itu tidak relavan dengan yang kamu pelajari.
Begitu banyak peluang yang datang dan kamu terus melewatkannya
hingga tidak terasa penghujung semester telah tiba. Dulu, untuk bergerak keluar
dari kamar kos yang nyaman terasa berat. Melawan terik matahari untuk berjalan
dari kampus ke perpustakaan pun tidak kuasa. Diajak sedikit pusing memikirkan
polemik kampus dan kegiatan kemahasiswaan pun enggan. Tidak pernah menambah
jeringan pertemanan di luar kampus lain di luar sana.
Setelah sekian lama kamu merenungi pertanyaan, “ Apa yang membuatmu
berbeda dari ribuan mahasiswa lain di satu angkatanmu?”
Presiden mahasiswa itu hanya satu orang, mengapa bukan kamu yang
mengambil kesempatan? Kabinet-kabinet BEM itu hanya diisi segelintir orang,
mengapa bukan kamu yang mengambil kesepatan? Seminar dan kuliah umum itu pun
hanya disediakan kursi untuk sejumlah orang, mengapa bukan kamu yang mengambil
kesempatan?
Disaat orang lain yang sebaya denganmu telah melesat begitu jauh. Kamu
menyadari ternyata kamu tidak pernah menjadi apa-apa. Kamu tidak bisa
menjelaskan apa yang telah kamu ciptakan demi kebaikan banyak hal
disekelilingmu.
Dalam 24 jam yang sama. Ada orang yang bisa menyelesaikan urusannya sendiri dan urusan banyak orang,
ada yang bisa menyelesaikan urusannya sendiri, dan yang paling menyedihkan
adalah orang yang bahkan menyelesaikan urusannya sendiri pun tidak bisa. Itu dalam
24 jam yang sama.
Maka benar lantunan Ayat-Nya Sebaik-baik manusia adalah manusiayang
bermanfaat bagi orang lain. Maka renungkanlah lagi, apa yang sudah kita lakukan
selama ini?
Llg, 23 jan 15
Jejak Mimpi



