Jumat, 30 Desember 2016

Ketika Surat Terbuka Menjadi Pilihan

Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihil qulub, qadijtama’at ‘alaa mahabbatik, wal taqat ‘alaa tha’atik, wa tawahhadat ‘alaa da’watik, wa ta ahadat ala nashrati syari’atik. Fa watsiqillahumma rabithataha, wa adim wuddaha, wahdiha subuulaha, wamla’ha binuurikal ladzi la yakhbu, wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik, wa jami’ lit-tawakkuli ‘alaik, wa ahyiha bi ma’rifatik, wa amitha ‘alaa syahaadati fii sabiilik. Innaka ni’ma maula wa ni’man nashiir.

Bibirku perlahan melafaskan do’a robithoh malam ini. Karena saat terbangun dari tidur, cek hp-tanggal dan jam. Aku yang masih setengah sadar terbayang wajahmu, tingkahmu, dan hari pengingat bahwa jatah umurmu di dunia ini telah berkurang. Melalui do’a robithoh ini kuberharap, semoga Allah mengikat hati-hati kita dalam naungan cinta-Nya.

Ade Kurniati. Lajang. 21 Tahun. Menyenangkan. Penyemangat. Berprestasi. Humble. Expert Ilmu Parenting.
Ade Kurniati. Wanita bersuku minang berperawakan biasa, seperti mahasiswa kebanyakan. Mulailah berbincang dengannya dan Anda temukan perbedaannya dengan yang lain. Ade sangat suka tersenyum, dengan siapapun. Keramah-tamahan. Itulah mungkin yang terkadang menyejukan hati siapapun (eh bahaya ya kalo malah cowo). Ade sangat suka berdiskusi, berbicara. Apapun. Dia juga sangat tertarik dan berminat di bidang Psikologi Anak. Ini dibuktikan dari bacaan, pemahaman, koleksi buku, dan saat berdiskusi dengannya. Untuk para orang tua yang mengidamkan menantu yang mudah tersenyum, mengobrol apa saja, dan menjadi orang tua yang memperhatikan setiap fase tumbuh-kembang cucuny kelak dengan menerapkan pendidikan pola asuh berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist, maka Ade dapat menjadi pilihan.

Ade hadir dengan kebiasaannya yang “kece badai”---Perfeksionis---. Ade akan mengerjakan sesuatu dengan hati-hati, penuh ketelitian, dan membuahkan hasil yang memuaskan. Komitmen sama pekerjaan yang membuahkan hasil yang bagus benar-benar bisa diancungi jempol. Untuk para Dirut Perusahaan yang mencari orang dengan Kualitas Kerja (kualitas kerja?langsung terbayang materi PIO semester lalu) yang tinggi, Ade bisa memenuhi persyaratan tersebut.

Pembelajar yang cepat. Katanya ia tak bisa menulis. Tetapi .. dengan semangat belajar yang tinggi untuk tahap pertama kalinya bisa menghantarkan menjadi juara-jura kepenulisan Ilmiah di tingkat Nasional maupun Pulau Sumatera. Kriteria seperti ini dibutuhkan semua pihak karena menunjukkan sosok pekerja keras yang akan berkontribusi demi kemajuan.

Selalu mencoba bermanfaat untuk orang lain. Ade Kurniati,  mendedikasikan dirinya untuk kemajuan membumikan Psikologi Islam. Wanita ini menyediakan waktu, tenaga, dan pikirnnya untuk membentuk, merintis sebuah komunitas Psikologi Islam. Bersamanya dan Arung beserta kedua kakanda yang selalu mengarahkan dan mensupport, kini kami masih berjuang insyaAllah akan segera launching (tapi kakanda yang satu udah ada tanggung jawab lain yang lebih berat, memimpin rumah tangga, dan tinggal kak agung: jangan tinggalin kita). Tidak hanya itu, beberapa kali ia menjadi speaker di cerita ilmu. Beliau juga sangat memberikan dampak positif dan menjadi sosok bermanfaat bagi teman-temannya. Ade pun juga berusaha untuk memecahkan permasalahan untuk mewujudkan atmosphere fakultas yang seperti dulu. Masih banyak kebermanfaatan untuk orang-orang dalam hidupnya. Sosok seperti ini menjadi nili plus-plus di mata penyeleksi beasiswa ke luar negeri. Pemuda yang akan siap memberikan manfaat setelah mendapatkan kesempatan beasiswa di luar negeri

Bibiks. Itulah panggilan kesayanganku padanya
Aku lupa kapan pertama kali kita saling menyapa. Yang kuingat hati kita sudah bertaut begitu saja sejak perjalanan tugas Delegasi ke Sumatera Barat. Di dalam perjalanan, aku belajar tuk mengenalmu, mungkin kamu juga.

---tiga puluh tiga puluh---. Yap. 30 Desember 2016. 21 Tahun. Semakin matang. Semoga semakin dekat dengan toga. Semakin dekat dengan mimpi-mimpimu dan mimpi kita. Semakin dekat dengan pekerjaan. Semakin dekat dengan jodoh. Semakin dekat dengan negara impianmu. Maunya gitu kan? Aamiin...

Pihak-pihak yang ditujukan dalam surat inilah yang mampu membantu mewujudkan doa-doa ini. 21 tahun dengan prestasi yang luar biasa, pencapaian yang luar biasa, bahkan menyebalkan luar biasa (ups, maaf. Habisnya bibiks lama ndak garcep sih. Tapi tetep sayang bibiks ko ^^) semoga dijatah hidup ini semakin menjadi luar biasa dan menebarkan kebermanfaatan untuk meraih Ridho-Nya.
Siapakah yang mampu menolak lagi? Saya pikir surat ini cukup menguatkan anda dalam mempertimbangkan saudari Ade Kurniati

*Ketika lilin dan kue sudah terlalu biasa, maka surat terbuka menjadi pilihan*
Plg, 30 Des 16
Teman Mimpimu

Rabu, 28 Desember 2016

Permohonan Maaf

Datangmu kemarin, ahh, kamu tahu apa tentangku?
Sehingga dengan berani mengajakku pada sesuatu yang… masih begitu jauh dari benakku.

Kita masih jauh dari sesuatu bernama saling mengenali.
Bagaimana kamu memberanikan diri mengajukan diri?
Hanya karena pertama kali melihatku saat mengambil gambarku untuk suatu keperluan kemarin, maafkan sungguh aku refleks berkata 'sudah rapi belum?' dan kamu menjawab 'maaf kalau disuruh liat nanti takut lama ngeliatnya' malu bukan main saat itu, tapi sungguh itu refleks
Atau mungkin karena jawabanku atas pertanyaan-pertanyaan kamu kemarin
kamu pun juga baru tahu sedikit tentangku dan tak banyak mendengar suaraku.

Seperti apa definisi cinta dikepalamu?
Seperti apa definisi jatuh hati di kepalamu?

Aku menyenangi niat baikmu.
Menghargai kamu yang sungguh berani memutuskan sesuatu yang kutahu pasti sulit untukmu.

Kamu…
Pemberani yang sungguh, namamu pun baru kukenali kemarin hari.
Terimakasih telah berani mengajakku menuju sesuatu yang… tentu saja Semesta menyukainya,
tetapi aku, kukira aku masih terlalu buruk untukmu..

Didepan sana, ada sesuatu yang harus kudapatkan.
Ada JANJI yang harus ku pertanggungjawabkan
Mungkin juga, ada seseorang yang tengah berjuang untuk menuju aku, pun sama aku juga lagi berjuang mempersiapkan peranku nantinya, menjadi cahayanya kelak dimasa depannya
Menjadikan ia PRIORITAS utamaku nantinya
Dan ada mimpi yang berkejaran dengan waktuku.

Semoga secepatnya kamu mendapatkan pendamping yang melebihi ekspektasimu.
Aku tahu hatimu tidak akan terluka, karena kemarin hari kamu tidak sedang jatuh cinta, kamu hanya berniat baik untuk membangun cinta.

Plg, 28 Des 16
Maaf
Dibawah naungan menara Masjid Agung

Sabtu, 24 Desember 2016

Rindu berhiasan hujan

Ada sesuatu yang terasa terus mengalir
tetes demi tetes membasahi tanah, rerintik hujan
Lalu tetesannya tak terhingga, cepat sekali, seperti bebatuan turun dari langit terasa di pipi, hujan deras

Kutadahkan tangan, menampung airnya sampai tak tertadah
Kugenggam semakin ia hilang tak berbekas
Kulihat, tak nampak
Tapi basahannya masih terasa

Saat ia mulai mereda
Bukan berarti tak turun hujan lagi
Musim akan terus berganti
Kadang cerah, mendung, panas bahkan hujan

Tapi percayalah saat hujan turun kembali, kan kulangitkan kebaikan buat orang-orang yang kusayangi.
karena kalian prioritas hidupku di dunia ini.

Selamat malam orang-orang yang kurindukan, semoga selalu dalam lindungan-Nya dan dilimpahkan kebahagiaan yang hakiki 😊😊

Plg, 24 Des 16
Dari seseorang yang tengah berjuang mempersiapkan tuk menjamin kebahagiaan kalian di dunia dan akhirat . (Aamiin y rabb , smga cita-cita terbesar ini dapat terwujud 😢)

Minggu, 20 November 2016

Senyum Penyu yang Menguatkan

Senyum adalah tanda seorang mukmin. Senyum adalah sedekah yang mudah namun begitu nikmat. Mengurai makna betapa jiwa-jiwa pemilik senyum selalu setegar matahari yang tak pernah memikirkan bagaimana caranya penduduk bumi agar berterima kasih padanya. Selalu ikhlas, selalu indah dalam makna yang tak mampu tersampaikan. Tersenyum laksana perekat luka, obat kesedihan yang sangat manjur. Seseorang yang tersenyum dalam menghadapi problema hidup, ia akan mampu mengimbangi kesedihannya dengan memunculkan solusi-solusi terbaik. Maka tersenyumlah saat langit mulai buram, saat dunia mulai penuh dengan tangisan.

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak : tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Inilah esensi dari senyum yang di awali sejak membuka mata, di awali dari sebuah keikhlasan, sehingga berbuah pahala yang melimpah. Bahkan dengan senyum jiwa akan selalu segar, penyakit akan menyingkir. Sungguh berapa banyak orang-orang yang merasa bahagia saat kita tersenyum dihadapannya. Bersedekahlah dengan indah.

Senyuman merupakan sihir yang sangat manjur, mampu memukai setiap jiwa. Senyuman bila menyapa kekeringan maka akan mengalirkan air kesejukan. Apabila menyapa menghinggapi permusuhan maka akan melahirkan perdamaian.

Mari kita berkaca pada suri tauladan kita Rasulullah Saw, bagaimana beliau selalu memancarkan senyum disetiap pergaulannya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)

Rasulullah pun tersenyum selalu, mengapa kita tidak?

Tersenyumlah. Ia dapat menghilangkan sakit pada hati, ia dapat meneguhkan silaturahim, ia dapat mencairkan suasana yang beku, Ia dapat memberikan semangat, ia dapat menjadikan wajah kita berseri-seri, ia dapat membuat hidup jauh lebih berwarna. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan senyuman. Jadi, tersenyumlah.. Rasakan apa yang engkau dapatkan dengan senyummu ^_^

20 nov 16
Jejak Mimpi

Sabtu, 12 November 2016

RUMAH AKU PULANG

Terimakasih telah selalu setia menungguku di depan pintu, lalu sesekali ketika kau jenuh kau masuk dan mengintip di jendela untuk memastikan apakah aku pulang atau tidak.

Kau layaknya rumah bagiku, ketika aku pergi jauh aku takan pernah lupa untuk kembali. Terimakasih Blog, kau adalah rumah rajutan ku.

Plg, 02.11 AM
jejak mimpi
di dalam kamar dengan regresi mental yang lagi membuncah diiringi dengan tulisan dan akan segera bercerita kepada-Nya

saat kemampuan verbal mendominasi

Aku hampir saja lupa bahwa kamu itu adalah milikNya.
Aku hampir saja lupa bahwa allah yang mengatur dengan siapa kita berjodoh
Tapi dalam setiap doaku, aku selalu menyebut namamu. Doa itu masih khusus ntah jika nanti doa itu akan menjadi umum. Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu atau sedikit memaksa Allah agar membuat kita bersatu

Jika nanti Allah tidak mengizinkan dan jika nanti waktu tidak lagi mempertemukan kita,
Terimakasih telah membuat warna dan telah singgah didalam duniaku. Kini matahariku telah pergi, duniaku terasa amat kelam. Tapi tak masalah, setidaknya aku pernah memperjuangkan satu nama dalam doaku. Setidaknya aku banyak belajar darinya. Dan yang terpenting aku kagum dan bangga dengan keputusannya ketika aku memberikan pilihan melepaskan atau tidak. Aku bangga terhadapmu.

Plg, 01. 52 AM
Di dalam kamar masih edisi belum bisa tidur, tapi sudah sedikit lega

verbalkah atau intrapersonalkah yang sedang mendominasi?

Ketika harapan ternyata tidak se'iya dengan realita
Ketika dibuat tersadar ada kuasa diatas kuasa kita,
Ada kekuatan diatas sang yang mengatur kita semua
Tak semua yang diperjuangkan setengah mati akan berakhir indah
Tak semua yang diupayakan segenap hati akan menjadi milik kita
Sejauh apapun langkah, sedalam apapun rasa, jodoh adalah priihal kuasa langit.
Maka berdoalah, memintalah, berusahalah
Sekali lagi, kita akan bertemu di masa depan, jika saat ini kita berjauhan.

Plg, 01. 33 AM
Jejak Mimpi
di kamar saat regresi mental membuncah

kemampuan verbal pun tak igin kalah dengan si intrapersonal

"Jika rasa itu semakin menjalar ke sukmaku
Aku mulai sekarang selalu memohon, setidaknya rasa itu dalam porsi yang sesuai. Tetap pada takaran yang pas. Tak terlalu berlebihan, tapi tetap terjaga. Sampai takdir nanti menyatukan"
Plg, 01. 24 AM
Jejak Mimpi

Ps: maaf jika banyak tulisan n tersebar di timeline temen2. Ini bentuk dari regresi aku, biar sampai lega dan puas untuk malam ini.

ketika kemampuan intrapersonal lagi mendominasi

Mata, jika kau ingin menangis, menangislah...
Aku tau kau lagi menginginkannya. Tak mengapa, karena kau jg butuh untuk itu. Jangan terus2 ditekan, tak baik buat hatimu. Maka menangislah...
Tapi jika inginmu sudah terlaksanakan, kembalilah seperti semula lagi. Tak peduli harus memakan waktu sampai kapan kau dalam setiap saat ingin menangis. Tak mengapa.. kau membutuhkan itu. Aku tau..aku paham..
Tapi jika semua urusan ini telah selesai jgn biarkan hatimu terbuka sedikitpun untuk yang lain, tak ingin seperti ini lagi kan?

Tapi, bukankah itu fitrah?

Iya itu fitrah disaat dtang waktu yg tepat. Liat sperti sekarang, itu hanya sekedar ujian bukan? Kau menghabiskan waktumu dengan orang yang belum pasti. Lalu apa nanti perasaan pasanganmu nanti, ketika kau seperti ini? Tak mampu menjaga disaat kau lagi sedang sendiri. Menjagalah untuk yang terjaga..

Tapi, kemarin aku benar2 yakin bahwa dialah pendamping aku kelak. Tapi keyakinan itu ingin mendapatkan kepastian dan jaminan. Akhirnya semuanya goyah. Dan benar katamu, ini hanyalah ujian.

Sudahlah, kau sebenarnya sudah sangat tau itu salah. Tapi kau masih melakukannya. Aktivitas mu itu yang tidak benar bukan melainkan statusnya. Sekarang kau sudah tau kesalahan, sudah tau harus berbuat apa. Jadikan itu pelajaran dan pengalaman. Jadikan ini tempaan buat dirimu untuk semakin kuat, tegar, dan semakin istiqomah. Allah pasti menyiapkan seseorang yang terbaik buat kamu, dipertemukan disaat waktu yang tepat.

Tapi akan sangat sulit untuk menghilangkan rasa yang ada ini?

Tak mengapa, tak usah untuk berusaha menghilangkan. Biarkan waktu yang akan membuktikan. Tetap jaga rasa itu agar tetep suci, dan semakin bertambahnya tahun apakah rasa itu semakin berkurang atau semakin bertambah dan diberikan keyakinan. Tak usah merubah sesuatu secara langsung. Hadapi proses, nikmati prosesnya. Aku tau itu akan sulit, tapi tetap nikmati saja. Ketika dia sudah tidak ada, tak ada tempat buat dirimu bercerita dan minta pendapat, berbagilah dengan seseorang yang benar kau percayai. Jangan semua dipendam, itu akan berdampak tidak baik bagi dirimu.

Terimakasih, kau sungguh bijak duhai diri. Maafkan hati ini masih lemah. Jika urusan hati ini adalah ujian terbesarku. Tapi tetap saja aku tidak bisa buat nangis, tapi aku menginginkan itu.

Berdoalah seperti mengayu sepeda berulang2 kali, untuk tetap dikashi-Nya, dikuatkan-Nya disaat kecewa membuncah, ditutupi lubang2 luka dihati dengan cara-Nya yang bijak. Tetaplah berdoa seperti itu. Emang ini sulit, tetaplah selalu kuatkan diri. aku yakin kamu pasti bisa. Aku yakin...lalu tak ada alasan bagi dirimu tidak yakin. Karena aku yakin.

Plg, 00. 58
Jejak Mimpi

Selasa, 08 November 2016

I keep this love 'about 21' in this photograph

Seberapa penting artinya perayaan ulang tahun bagimu?
Bagiku, tak begitu istimewa, cukup dengan orang-orang yang aku sayang mengingat, mengucapkan, dan berdoa untuk ku.
Ya, setidaknya begitu aku dididik sejak kecil.
Bahkan aku tak ambil pusing dengan hari lahirku. Bagiku, cukup mengingat bahwa kesempatan hidupku berkurang.

Dari tanggal 30 Oktober sampai kemarin 08 November aku dihujani tetes-tetes nikmat-Nya melalui orang-orang yang aku sayang bahkan mereka yang tampak biasa dimataku. Menginjak usia 21 kemarin, ada berbagai hadiah yang kudapat. Bukan boneka imut, apalagi barang mewah. Tapi ini tak dapat dihargai dengan uang. Mendapat kejutan itu biasa sekali, kan? Bagian terharunya, ayah, ibu, dan adik-adik dibanjiri kesibukan, hingga waktu membuatku menunggu mereka. Sempat aku berpikir mereka lupa, sedih dan kecewa bukan main saat itu. Namun, aku salah. Aku mendapat kejutan melalui adik yang mereka bekerjasama untuk membuat aku bahagia hari itu. Jangan protes kalau ini biasa saja ! Sudah kukatakan ini menurutku.

Dari kejauhan sana ada yang mencoba membuat buket bunga dan mengirimkan bingkai foto yang berisikan pose-pose klasik kami. Bukan buket bunganya atau bingkai fotonya yang membuat hatiku luluh, tetapi usahanya untuk membuat dan mempersiapkan dalam kesibukannya. Dan ini, sesuatu yang aku inginkan belakangan ini, Bunga. Begitu bahagia bukan main, ketika aku menerimanya apalagi ini handmade. Jika tak terharu, jangan protes ! ini ceritaku.

Mereka yang tampak biasa dimataku, mempersiapkan suprise berupa kue dan balon-balon yang teramat cantik menirai dinding. Ketika aku ingin meniup lilinnya, teringat kata ayah “Jangan meniru perayaan kaum agama lain, kita ini Islam” langsung aku cabut lilinnya, ya lilin cuma dijadikan simbol saat itu. maafkan aku teman, begitulah aku ditanamkan sejak kecil. Dan kejutan ini, aku gak pernah mengira sebelumnya. Ternyata ada yang begitu  perhatian dan peduli denganku, padahal aku pun tak pernah memberikan informasi hari lahirku di SOSMED, entahlah mereka tau dari  mana, yang pasti ini lagi-lagi membuat aku terharu. Jangan protes, kalau tidak terharu lagi. Ini menurutku!

Di Sabtu dan minggu manis, 3 temen dekat pria ku itu lagi dan lagi membuat aku begitu terharu. Diajak nonton dibayarin, diajak ke BKB, makan, dan naik odong-odong mobil dibayarin, makan di restoran di bayarin. Kompak banget ya kalian gantian-gantian ngebayarinnya?
“Ini sebenernya siapa yang ulang tahun sih? Ko malah kalian yang begitu banyak mengeluarkan duit, yang membuat rencana kesana-kemari demi membuat aku bahagia. Tolong terima duit ini aku mau bayar sendiri soalnya mahal.” Lalu salah satunya menjawab “Biarkan, yang ulang tahun yang seharusnya di bayarin dan dibuat bahagia, sudah seharusnya budaya yang ulang tahun yang neraktir dihilangkan, ini kado dari kita rul” masyaAllah kado yang tak terlihat, namun berbekas. Terimakasih telah membuat aku terharu dengan apa-apa yang kalian lakukan, maaf kalau ini lagi-lagi tidak membuat terharu. Ini menurutku ya!

Lalu, aku dibanjirin pesan-pesan berisi ucapan, foto-foto handmade ucapan dan do’a-do’a dari mereka, bagian terharunya ko bisa ya inget hari ulang tahunku padahal udah gak tercantum infonya di SOSMED? Begitu berharganya ya aku dimata kalian. Aku sangat bersyukur dikelilingi orang-orang yang begitu menyayangiku, maafkan kalau terkadang aku tak peduli bahkan gak peka ternyata ada kalian juga yang menyayangi aku.

Kemarin, pas selesai pulang kuliah dan mau ke perpustakaan ada yang bilang “rul kata ibu kos ada paket” terus aku mikir siapa ya ngirim paket, perasaan aku gak ada mesen apa-apa deh. Dan ternyata... aaaahhh aku begitu sangat terharu, padahal ia dekat teramat dekat malah, kenapa gak ngasih langsung?kenapa harus dipaketin?kan sayang ya ongkosnya hehe. Ini mungkin juga sebagian kejutan kecilnya untukku. Bagian terharunya, lagi-lagi aku dapat handmade, dan ada salam sahabat pesan yang ditulisnya itu. aku gak nyangka, karena semester kemarin pernah nanya:
“sahabat kamu selama ini siapa aja pi?”
“dulu, aku memiliki sahabat, tapi ia mengecewakanku rul. Jadi sampai sekarang aku belum menemukan sahabat yang benar-benaran sahabat, yang mengerti kekurangan aku, yang menerima, dan mendukung aku rul”
“kuliah pun belum ngerasa ada sahabat pi?”
“untuk sejauh ini belum rul, teramat susah aku menjadikan seseorang itu menjadi sahabat aku rul”
Terimakasih nopita, seseorang yang begitu introvert yang suka diam-diam nulis untuk ku. Aku begitu merasa beruntung sekali telah dipertemukan dan didekatkan, maafkan aku kalau aku masih belum menganggapmu sahabat. Karena aku bisa menjadi diri aku sendiri ketika bersama mereka, amel, linda, dan melodiku. Aku ngerasa mereka yang paham betul dengan kepribadian aku. Maaf lagi-lagi aku begitu tak peka. Jika ini tak juga mmbuat terharu biarkan, Jangan Protes! Ini kisahku !

Ini bagian romantisnya, ada yang diam-diam mendo’akan ku disaat hujan di kota hujan. Apa do’anya? Aku tak tahu, kan sudah ku katakan “diam-diam”. Setidaknya aku yakin do’a yang telah ia tiupkan kelangit, kini sedang bertarung diatas sana, entah ia akan membumi atau tidak. Di kejauhan sana, di kondisi yang tidak mumungkinkan sebenarnya, ada yang menelpon dan mengirimkan pesan pengingat hari ulang tahunku. Bagian terharunya, dia memberikan sesuatu yang sangat berharga, yaitu waktunya. Di kondisi yang tak sehat, ia masih berjuang untuk membuat aku bahagia dengan membuat obrolan-obrolan kecil di telepon. “Terimakasih Melodiku itu sangat bearti buat aku”.  Ini romantis dalam sudut pandangku, jadi jangan protes !

21 itu tidak lagi muda dan dikatakan tua pun belum. Siapa yang ingin berman-main dengan usia? Jika saja tahu bahwa hidup adalah perkara yang sulit di duga kira, tentu saja semuanya akan benar-benar memanfaatkan usia sebaik mungkin. Bicara tentang usia, ternyata usia yang paling baru ini menghantarkan saya pada sebuah pemahaman bahwa hidup tidak lagi untuk bermain-main. Saya ingin fokus dan serius melewati sisa usia. Masih banyak kebermanfaatan diri ini yang dipertanyakan. Masih banyak mimpi yang belum jua mampu diselesaikan. Judul-judul buku masih bertumpuk untuk dibaca. Sejuta pemahaman tentang apapun masih setia menunggu untuk dipikirkan. Juga kalimat Cinta dan pesan tersurat dari Semesta yang menanti untuk dilafalkan dan diaplikasikan.

Terimakasih banyak untuk semua yang mengingat hari lahir saya yang jauh dari kata pantas untuk diingat oleh orang-orang yang berharga seperti mereka. Pemberian terbaik mereka adalah do’a yang disisipkn harapan agar menjadi apa saya kelak. Semoga Semesta akan mengirim do’a dan kebaikan kepada pengirim do’a.
Untuk menjadi perempuan yang semakin baik.
Untuk menjadi anak yang berproses untuk bergelar “shalihat”.
Untuk menjadi manusia yang sebermanfaat mungkin.
Untuk menjadi pembelajar yang haus ilmu,
Dan sejatinya menjadi hamba yang taat kepada pencipta-Nya.
Terimakasih dan semoga Allah memberkahi kita semua. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari lahirku, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali”. (QS. Maryam: 33)

Semoga Allah mengizinkan pintalan do’a sampai kepada kita dengan cara yang baik dan kita pun bersyukur mendapatkannya.

Palembang, 08 November 2016
Didalam kamar dengan omandel yang lagi kambuh dan tiupan angin rindu yang dihembuskan
Jejak Mimpi

Minggu, 06 November 2016

Coba keluar, lihatlah langit. Ada kerlipan-kerlipan yang benderang, itu namanya bintang. Coba dengarkan, ada suara krik-krik menirai pendengaran, itu namanya jangkrik. Dan coba rasakan, ada seseorang yang menunggu setiap malam untuk mematikan lampunya.

ah sudahlah lebih baik ngomong sama penyu:
nyuuu, coba lihat keluar jendela. Tak ada rintikan air yang turun. Padahal aku menantikan kehadirannya nyu, pasti kamu juga kan nyu. Inget ga perjalanan kita?setiap hujan kau dan aku selalu mengadahkan tangan bersama dan menikmatinya. Lalu kita selalu menunggu hadirnya sang pelangi kan nyu? Aku benar-brnar merindukan moment itu nyuu.
Nyuuu, tapi di dalam sini (nunjuk hati) lagi hujan deres nyu. Kau bisa melihat atau merasakannya? Ah kamu nyu setiap diajak ngomong gak pernah ngomong senyuuum aja terus. Nyuuu... mungkin gak ya setelah hujan deresnya berhenti ada pelangi setelahnya?
Hmm tapi bagaimana mungkin hadir lagi pelangi di hati yang basah ini? Sedangkan dia, sang mentari pergi dibayangi awan kelabu penutup mimpi. Ku mohon kembalilah, buat mataku berwarna lagi.

Di dalam kamar dengan dinginnya malam yang diselimuti hujan.
Jejak Mimpi

Rabu, 14 September 2016

Allah...
Fitrah ini menghampiriku kembali.
Perasaan ini, Terasa tak asing lagi bagiku.
Sederhananya, aku merasakan hal itu
Entah mengapa.

Terasa begitu tentram.
Terasa begitu teduh.
Hingga sulit rasanya untuk mengucapkan.
Bahwa aku sudah mengagumi Nya.
Aku jatuh cinta dengan keimananNya.
Aku jatuh cinta dengan ketaqwaanNya.
Aku jatuh cinta dengan cara berpikirNya.

Kebahagiaan tersendiri untukku.
Nama Nya tak henti-hentinya kusebut dalam do'aku.
Nama Nya selalu kubisikan dalam untaian harapku.
Nama Nya selalu kuagungkan atas karena Mu rabb dalam setiap sujudku.

Berharap sang Maha Cinta akan menyatukan kita dalam kebesaran Kuasa-Nya.
Dalam penantianku, kucurahkan segala harapku.
Kepada Sang Pemilik Hati yang memiliki hati Nya.
Anggap saja hal itu sebagai bukti bahwa, aku telah memilih Nya.

Namun.
Jika memang suatu saat nanti ia tidak bersamaku.
Tak apa.
Setidaknya aku pernah belajar arti sebuah penantian demi sebuah nama, Nama yang Allah Rahasiakan.
Setidaknya aku pernah merasakan manisnya berdoa dan berikhtiar untuk sebuah nama, Nama yang telah Allah Tuliskan.
Aku memang tidak tau sekenario Allah, tapi aku selalu yakin, Sekenario Allah itu selalu Baik.
Akankah menuai manisnya kebahagiaan.
Ataukah menumbuhkan pedihnya kehilangan.

Memang...
Aku tak tau apa yang akan terjadi, jika harapku bukan harapnya
Jika dia 'nanti' tak bersamaku
Apakah aku akan langsung kembali menjalani hidup atau...
Ah entahlah, apa yang sedang kini aku pikirkan?
Bukankah luka akan segera sembuh?
Bukankah yang pergi seharusnya diikhlaskan?

Hingga akhirnya takdir yang akan menuntun untuk belajar mengikhlaskan dari sebuah Harapan.
Karena Bagiku, Berharap dengan Cukup yang Satu, yaitu Engkau Allah..

Llg, 14 sept 16
Dalam perjuangan rindu yang belakangan ingin kuhapuskan. Dan aku tak mampu

Minggu, 04 September 2016

Setiap nelpon ataupun pesan singkt pria tampanku itu pasti selalu punya kebiasaan baru yang selalu diucapkannya.
"Uni lagi apa?"
"Makan jangan telat terus"
"Mau masuk rumah sakit lagi?"
"jangan terlalu irit nak, ayah tahu betul jika kau sudah bertekad tentang sesuatu pasti selalu gigih untuk mewujudkannya, kalo pengen sesuatu belilah, kalo kurang ngomong, jangan lupa dengan kesehatanmu nak"

Saat ayah memanggil dengan sebutan 'nak' sungguh hati ikut berseru-seru dengan berbagai emosi di dalamnya, aku tau betul disaat seperti itu ada kasih sayangnya yang meluap-luap.

Ayaah...
Untuk pertama kalinya nanti, ingin sekali aku mengatakan bahwa putrimu ini mencintai pria lain selainmu yah.
Tapi aku takut, aku takut ayah marah.
Bagiku marah ayah seperti monster yang tak pernah aku kenal. Menyeramkan.. membuat aku tertunduk dan menyudut..

Jumat, 26 Agustus 2016

Sadarkah jika PPL itu ibarat takdir kita hidup di dunia? Tak pernah minta dilahirkan di tempat yang tropis atau bersalju? Tak pernah juga meminta tuk hadir di keluarga yang sederhana atau penuh perhatian. Semuanya kita terima dengan penuh keikhlasan saat masih di rahim.
Sama. Sama juga halnya dengan PPL. Kita berharap dapat di tempat yang dekat, nyaman, beAC, orang-orang yang bisa dikondisikan, bahkan lingkungan yang bersih nan indah. Atau kita juga pernah membayangkan akan dapat dengan teman yang satu fiqroh atau satu pemahaman.
Tapi, terkadang kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Tapi, yakinlah kenyataan akan sesuai dengan yang dibutuhkan. Kita shock dapat tempat yang mungkin tak pernah terbayangkan dibenak kita. Ketika nyatanya tempat itu jauh untuk dijangkau, lingkungan yang penuh dengan orang gangguan dengan latarbelkang yang unik, bau, tak terurus, tak ada aturan, dan akrab dengan terik mentari selama 1 bulan ini. Tapi bukankah itu hanya satu sisi saja kawan? Masih ada sisi lainnya yang bisa kita lihat. Layaknya sebuh foto yang bisa diambil dari berbagai angel.
Bukankah kita mempunyai hambatan yang berbeda? Nikmat yang berbeda? Dan tentunya, cerita yang berbeda yang akan ditarik hikmahnya. Kawan, semuanya kembali kepada kita. Sikap kita untuk menghadapi nikmat dan tantangan itu. Bukankah nimat dan tantangan itu sejatinya adalah ujian? Hasilnya akan terlihat pasca PPL. Dengan bersama mereka kita lebih banyak belajar arti syukur, bersabar, dan menebarkan manfaat tuk mengaplikasikan teori yang telah kita pelajari di bangku perkuliahan.

Sama. Sama seperti kehidupan kita. Hasil dari sikap kita melihat ujian dan tantangan itu setelah kita dipanggil ilahi.
Sederhananya seperti ini. Pernahkah kita memperhatikan cara hidup lebah dan lalat?
Di lapangan yang ditumbuhi tanaman bunga, lalat tetap mencari sampah, ealaupun hanya setumpukan kecil. Ataudi tengan gunungan sampah, lebah tak akan hinggap disana, dia mencari bunga, walaupun hanya setangkai. Kenapa demikian? Ya, karena lalat senantiasa melihat sisi buruk dari sekian banyak nikmat dan hikmah kebaikan yang ada. Bagaimana dengan lebah? Dia tetap melihat kebaikan walaupun secara zhohir hanya ada keburukan dan permasalahan yang tampak.
Begitulah kehidupan PPL ini. Sebagai manusia yang penuh kelemahan, iman kita terkadang turun, naik, turun, naik. Bagaimana menstabilkannya, ya salah satunya berkumpul dengan orang sholeh seperti kalian temen2 PPL PRPGOT. Dan aku bahagia ^^

Pesan dari bapak superku yang telah memperjuangkan PPL berbasis prodi ini balikpergi dinas sosial terus demi PPL tahun ini, bapak inspirasiku, sekaligus pembimbing1 skripsiku : Semoga PPL ini dapat mengejutkan & membangkitkan gairah teman2 mahasiswa u/lebih meningkatkan kualitas ilmu, iman & amalnya, serta memperbaiki kualitas kepribadian kita semua. Amin.. PPL ini bukan akhir, tapi awal bagi teman2 u/dapat berbuat & berkarya lebih baik lagi bagi kehidupan ini dg tanpa meninggalkan sandaran sejati kita, yakni Allah swt. (Alhamdu, M.Ed, Psy.)

Rabu, 24 Agustus 2016

Dear jejak melodi mimpi..
Pas hampir satu bulan aku mulai jatuh cinta. Berawal dari rasa kata simpatik. Terkadang hujan turun setiap detik ketika aku menemuinya, bersamanya, dan melakukan aktivitas seharian dengannya. J2M ( baca: jejak melodi mimpi) aku memang sungguh suka hujan. Apalagi nanti menikmati hujan berdua dengannya. ngomong2 semesta rindu sama hujan. Hujan lagi ngapain ya?masih sibuk? Ah tak penting khawatir dengan masa depan yang telah allah janjikan. Terpenting kan sekarang terus perbaiki tahsin (bacaan) untuk sang buah hati kelak. Karena anak adalah ladang pahala buat kita. Perempumaan nih kita punya ladang sawah, tapi malah bukan kita yang mengurusinya. Kan sayang, udah milik kita, dikasih sama kita, eh malah orang lain yang ngurusinnya termasuk keluarga kita kalo bisa jangan ya.. karena kita tidak tau akan berbuah manis atau malah rusak nantinya, itu ladang pahala kita lohh..kita harus sangat menjaganya. (Yeuh, kenapa jadi sampe sini pembahasannya, maaf jejak nya lagi baper gara2 bahasan liqo'nya lagi hangat2 tentang ta'aruf ditambah lagi deket sama temen2 yang nikah muda disini deehh bapeer terus kalo deket mereka, dan denger cerita edukasi dari mereka)

Kita lanjutin yaa... aahh tapi masih kepikiran sama hujan. Ntahlah belakangan ini suka khawatir, Ada pertanyaan dariku untukmu. Mungkin tidak perlu kau jawab jika saat ini kau sedang sibuk. Mengapa kini kita (terasa) sangat jauh? terkadang melihatnya lagi online lama tapi malah belum bales pesannya. Lalu mikir 'apa yang dia lakukan ya ko on nya lama bener?dan ternyata masih belum dibales' Aah dasar. Pasti karena sesuatu bernama sibuk hingga kita saat ini terasa jauh. Aku memaklumi kesibukanmu. Kuharap kamu juga. semoga sibukmu dan sibukku menjadi sesuatu yang berbuah manis, barangkali selepas sibuk yang berkepanjangan akan Ada pertemuan yang memutus rantai rindu ini. Aku seringkali menunggumu.
Lalu, Bagaimana denganmu? Maafkan aku yang terlalu melankolis ini. (Curhat, abaikan. Mungkin saja dia akan segera baca postingan ini yang malah ceritanya kemana-mana, tapi tetap bukan ini yang jadi bahan fokus yang mau dishare tapi bisa sambilan kan hahahaa)

Hujan kali ini berbeda dari biasanya, ia bisa turun di setiap detiknya, disetiap moment bahagia, sedih, marah, dan yang lainnya. Siapapun yang masih mempunyai hati nurani, ketika bertemu dengannya juga akan berjumpa dengan hujan. Tapi entahlah aku tak kan bisa menjanjikan ada pelangi setelah hujan itu. Tapi barangkali akan ada nanti setelah semua di permukaan bumi ini musnah. Mungkin...

Bersambung dulu ya, sudah sangat letih.. mau tidur. Nanti kalo lagi mood lagi baru disambungin ceritanya. Yang penting hari ini jangan lupa tuk bersyukur ya, selamat malam. Dan semangat senyum bahagia juga buat a'ry ^^

Plg, 24 agustus 16
J.M

Selasa, 19 Juli 2016

Engkau ada dimana saat ini?
Kabar terakhir darimu, kau ada dijalan untuk menuju kampusmu.
Tak sempat kutanyakan tentang jalan pikiranmu saat itu. yang sampai kini pikiranku masih melayang tuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telah ku buat sendiri, tentang keputusanmu. Aku tak mengerti.

Membayangkanmu yang mungkin sekarang mungkin lagi dijalan, dirumah, atau masih diluar dengan agendamu.
Kulihat diluar sana langit mulai mendung. Mungkin nanti akan turun hujan deras. Jika kau terjebak hujan atau malah basah oleh hujan, tak bisa ku bayangkan ekspresimu.
Mungkin hujan di edisi kali ini, bisa membuatmu bahagia meski ku malah sebaliknya
Mungkin juga edisi hujan kali ini membuatmu menggigil, karena kondisi badanmu yang kurang stabil. Atau bahkan edisi hujan kali ini apa yang kau rasakan juga seperti apa yang tengah aku rasakan, mungkin..
Namun, akan ada hujan di edisi yang istimewa membuatmu bahagia, begitu juga denganku. Berlari kecil, menadahkan tangan sambil memejamkan mata dan menikmati hujan berdua.

Ternyata benar, belum selesai ku tulis pesan ini, hujan diluar sudah turun deras. Tapi aku melupakan suatu hal, ternyata disana belum tentu hujan juga bukan. Dan semoga hujan kali ini disini bisa membuatmu tersenyum, aku rindu dengan senyumanmu walau tak tampak dari kasat mataku.

LLG, 18 Juli 16

Jejak Mimpi
Kicauan anak ayam jelas terdengar menari-nari dibawah terik matahari
Semilir angin terasa menyejukkan, membelai lembut dedaunan dan kulitku yang mulai terasa dingin
Entah dingin karena apa, yang jelas kutahu ini bukan karena angin

Hatiku bergejolak, jantungku berdegup cepat
Seluruh tubuhku dingin
Terasa sungguh menyesakkan
Sejak hari itu

Silih berganti hari, kekhawatiran menyelimuti pikiranku
Meski ku tau, tak seharusnya aku seperti ini
Aku berusaha menikam, membunuh setiap rasa itu hadir
Tapi lagi-lagi aku tak bisa
aku meyakinkan diriku, dia tak seperti apa yang mereka katakan
dia pasti akan menepati janjinya
aku percaya..
tapi lagi-lagi, aku khawatir
aku takut apa yang kutunggu, apa yang kuharap tak kunjung datang
aku takut..
Allah...
aku takuuuttt
apa yang telah kini terjadi padaku?

tak ada yang mampu menentramkan hati, selain janji yang ditepati, komitmen yang dijaga, iman yang meningkat, dan tawadhu yang membekas dihati.
Meski kini kau lagi pergi, tapi aku selalu melangitkan doa itu, agar secepatnya kau pulang dan bisa berubah menjadi apapun yang kau inginkan seperti katamu
dan setelah inginmu itu tercapai kau bisa mengiringi ku lagi, bersamaku dan kembali membuatku tersenyum

LLG, 19 Juli 2016

Jejak Mimpi

Selasa, 21 Juni 2016

Hi Blog!
Hi Jejak Melodi Mimpi!

Beberapa waktu ke depan kamu mau bersamaku?
Kamu tahu kalau kamu itu rumah? Tempat pulang yang nyaman.

Senin, 20 Juni 2016



Siang luruh. Suara adzan menggenapkan usia matahari yang harus tenggelam untuk beberapa jam lagi. Aku melirik ke pojok kanan dinding kamarku. Pukul 03.33, kota ini memang lebih cepat jadwal shalatnya dibandingkan dengan kota kelahiranku.

Aku menghembuskan nafas pelan. Melirik akun line punyaku.
Penasaran pikirku..
Beberapa hari yang lalu belum sempat kuperiksa sebuah postingan yang tertuju padaku
Dari teman dekatku, nopita

Mataku mulai berkaca-kaca membaca dan mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu
Bukan hal itu saja, pun tentang semua anak jalanan yang kita temui

Saat itu, saat mencari klien untuk tugas mata kuliah X
Mataku tak mau berkedip, terfokus dan tertuju dengan segerombolan anak jalanan yang menakutkan
Jelas saja, ini waktu pertamaku untuk mengakrabkan diri dengan mereka
Kulihat, kuamati, kutulis setiap gerak-geriknya
Setengah jam...
Ya ini sudah waktu yang tepat buatku mendekati nya

Beberapa jam yang lalu, setelah usai membuat sebuah obrolan dan hikmah yang dipetik dari mereka.
Ironis memang, mendengar cerita bahkan prilaku liarnya
Namun, tetap selalu ada pelajaran yang selalu menjadi ibroh

Mungkin tak bnyak yg memiliki sifat sosial yg tinggi seperti mereka.
Biasanya jika ngamen tak memperoleh receh, mereka kerap membeli sebungkus nasi untuk dimakan bersama, sembari berbagi kebaikan kecil dengan membantu nenek2 menyebrang jalan

Bukan sesuatu yg besar memang hanya saja untuk hal seperti itu tak bnyak yg tergerak untuk bertindak, lihat saja mereka yg sdg duduk2 di halte sma sekali tak memperdulikan hal itu.

Sayang nya banyak diantara kita yg bersikap sangat individualis, menarik dari tindakan2 sosial, acuh dan tak mau perduli terhadap lingkungan sekitar.
Dan Coba lihat para pemuda ini, mereka tidak membiarkan jiwa sosial nya terkikis oleh bisingnya kendaraan atau barangkali karna mereka telah bnyak belajar arti kehidupan dari debu-debu jalanan. Sungguh mulia sekali hatimu nak.

Palembang, 20 Juni 16
Jejak Mimpi

#langitkebaikan
@langitlangit.yk

Kamis, 16 Juni 2016

Tuk Mentari Esok

Pada malam ini.. Ya masih. Masih seperti ini. Perahu yang dari awal penuh keyakinan berlayar kini masih terombang-ambing di tengah samudra. Angin malam cukup bersahabat. Langit pun tak memberikan tanda akan turun hujan, tapi dinginnya malam membuat tubuh kaku, diam tak bergerak. Pikiran dibuat melalang buana, tapi tak berarah. Ku tatap langit penuh bintang dengan ditemani sinar rembulan. Aku yakin masih ada mentari esok karena mereka masih bersinar menemaniku malam ini. Tubuhku memberontak menepis dinginnya malam. Pikiranku diam, tenang, dan mencoba memikirkan satu hal. Ya, aku harus melakukan sesuatu bersama mentari esok. Mentari yang akan menemaniku tersenyum sepanjang hari.


Bgr, 16 Juni 16
Melodi Mimpi

Senin, 13 Juni 2016

Menikmati angin sepoy-sepoy di beranda kamar inapku, ku dapati kakek2 yang lagi duduk2 di beranda kamar inap sebelah. Dia menyampiri ku, dan terjadilah obrolan kecil bersamanya.
"Sakit apa nak?"
"Ini kek kurang bisa jaga kesehatan kek". Dia tersenyum, terlihat begitu tegar. "Kakek sendiri nak, lagi nunggu nenek. Ohiya kakek sampe lupa mau buang pempes ini.maaf ya nak"

Sekali-kali sering ku intip kedua sumai-istri ini, kudapati kakek sedang mengurut nenek. Begitu mengharukan melihat kemesrahan sepasang kekasih ini. Entah kemana anaknya. Tak pernah kulihat mereka tuk menunggu kedua orang tuanya ini.

Tepat pagi ini, innalillahi wa innailahi roji'un. Panggilan lembut Allah untuk sang nenek. Ya ayyuhan nafsul muthmainnah. Irji'ila rabbika radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan hati puas dan diridhoi-Nya)

Karena pada akhirnya bukan bagaimana kita hidup, tapi tentang bagaimana kita kembali kepada-Nya.

Kerinduan..
Dengan sebaik-baik perjumpaan denganNya..
Sebaik-baik tempat kembali.

Selamat jalan nek, kami pasti akan menyusulmu nek

Plg, 13 Juni 16
Jejak Mimpi

Minggu, 12 Juni 2016

Aku tak suka angin
Angin tak dapat kunikmati setiap saat
Aku tak suka angin
Hadirnya hanya sesaat pun sesuka hatinya untuk kembali pergi
Aku tak suka angin
Namun, angin dapat menyejukkan hati walau hanya sesaat
Aku tak suka angin
Namun, angin berjanji ia akan kembali lagi
Aku tak suka angin
Namun, angin selalu jujur
Itu sebab aku jatuh cinta pada angin

Palembang, 12 juni 16
Jejak Mimpi

Jumat, 29 April 2016

Bulan selalu setia mengikuti jejak bumi, mengikuti bumi hanya untuk satu visi. Menerangi malam untuk kegalauan hati, tapi ini tak untuk hari esok, cukup malam ini saja aku habiskan waktuku untuk merenungkan kesalahan yang telah aku perbuat selama ini, membiarkan rasa itu tumbuh n berkembang hari demi hari, yang tak seharusnya aku membiarkan hal itu terjadi.
Barangkali nanti, saat hariku benar-benar kehilangan keberadaanmu, taman bunga melati di dalamnya yang dipenuhi aneka rupa kupu-kupu kan berangsur menjadi padang rumput yang dipenuhi semak belukar. Berkabut sepanjang hari, dibasahi hujan sepanjang tahun. Barangkali. Atau bisa lebih mengerikan dari itu.
Hidup itu… seperti halnya jalan. Tidak selalu lurus. Tidak melulu mulus. Ada lubang-lubang yang menghadang. Ada turunan, juga tanjakan. Kadang memutar, seolah-olah kita masih berada di titik awal. Juga berkelok-kelok dengan banyak persimpangan. Dan harus kita pilih belok ke arah yang mana.
Begitu juga hidupku. Yang kini telah sampai pada sebuah persimpangan. Sebuah pilihan. Di salah satu belokan, ku dihadapkan pada pilihan untuk terus menantimu. Menanti mu yang sepertinya tak mungkin akan bersamaku. Tapi entah kenapa aku selalu dan tak lelah mengharapkan itu.
Di belokan lainnya, ada pilihan untuk membuka lembaran baru perjalanan hidupku. Yaitu dengan meninggalkanmu, yang sebenarnya tak bisa ku tinggalkan. Melupakanmu, yang sebenarnya tak bisa aku lupakan. Mungkin “mustahil” adalah kata yang tepat untuk menggambarkan ketidaksanggupanku melakukan itu.
Aku tahu aku harus memilih. Memang, memang, aku akui aku bingung. Tak tahu mana yang harus kupilih. Haruskah aku mengambil jalan tengah… jurang?
Pada akhirnya, aku hanya perlu mensyukuri apa pun yang aku miliki hari ini. Walaupun yang  aku tunggu tak pernah datang. Walaupun yang aku perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang aku lakukan.
Nikmati saja. Kelak dia yang kau perjuangkan akan tau, betapa kerasnya kau memperjuangkannya. Betapa dalamnya rasa yang kau simpan kepadanya. Dia hanya pura-pura tidak tahu atau mungkin tidak mau tau sama sekali. Tidak usah kau hiraukan, jika sampai hari ini kau masih memperjuangkannya, dan masih menunggunya, tidak masalah. Tidak ada salahnya dalam memperjuangkan cinta yang kau rasa.
Namun, satu hal yang bisa kau renungkan. Menunggu itu ada batasnya. Dan kau akan tau kapan harus berhenti dan memulai lagi. Meninggalkan tempat dimana kamu pernah berjuang sepenuh hati, tetapi tak dihargai.
plg, 01.07


Kamis, 11 Februari 2016

Surat untuk sahabat mimpi: Melodi Mimpi

Duhai Allah, sang pemilik takdir
Takdir-Mu selalu baik
Salah satunya, mengenal dia
Tak pernah terbayangkan sebelumnya kami akan meluikskan kisah bersama, huah ini kalimat mainstrem, tapi banyak makna yang tersimpan, kami tak pernah saling bertemu, jarang sekali untuk via suara, tapi setiap rindu itu datang aku mencoba untuk menulis bait-perbait kata atau berdoa untuknya, dia sahabat terbaik..

-Irfan Dary Nasution-
Engkau akrabkan nama tersebut di telingaku bertahun-tahun sudah. Namun, aku baru mengenal sosok ini seutuhnya dalam asumsiku beberpa bulan yang lalu, tak bisa aku benarkan asumsi ku ini sifat itu tak nampak dari kasat mata.

Ya  Allah, Yang maha mendengarkan
Engkau lebihkan kesediaan mendengar pada laki-laki Berkacamata-Mu yang satu ini
-Irfan Dary Nasuition
Sederhana saja penampilannya, Pendiam. Bertahan tanpa kata kalau tak ada yang memulai. Kami tampak sangat berlawanan
Sahabat yang jarang sekali membagi masalahnya denganku
Allah kirimkan Sahabat yang sudi menyediakan telinganya untuk mendengar celotehku, keluh kesahku, bahkan terkadang kalimat puitisku yang tak penting

Yaa Rabb yang maha pengasih lagi maha penyayang
Engkau pertemukan aku dengan laki-laki yang lembut hatinya
Sahabat yang dengan ikhlas sangat terganggu dengan banyaknya bahkan panjangnya pesan yang aku kirimkan ke ponselnya
Entah berapa kali penyuka warna biru langit ini terganggu dengan keberadaanku

Ya Allah yang menyukai kebaikan
Pada laki-laki yang terkadang membuatku spontan tertawa ini, Engkau anugrahkan hati yang sangat baik. Sungguh...
Ku hela napas membayangkan sosok yang satu ini bersedia meluangkan waktunya ketika aku butuh pendapat nya
Mengenalkan teman-teman terbaiknya yang sungguh membantuku atas apa yang belum aku ketahui
Sahabat yang rela berbagi buku yang beberapa waktu lalu aku ingin memilikinya
Sahabat yang senantiasa terus menyemangatiku dan mendoakan saat aku ingin mulai untuk berjuang lagi.

Ya Tuhan yang maha menetapkan,
1 July 1995. Melalui rahim seorang ibu , engkau lahirkan ia ke dunia tanpa tahu kelak akan bersua denganku.
Menjadi Sahabat dalam mimpiku
Berkali-kali pernah aku ucapkan mimpi-mipi “gila” padanya
Dengan kuasa-Mu pula Engkau tetapkan kami menjadi sahabat dalam meraih mimpi
Seperti mimpi yang kuutarakan tahun lalu padanya
Dan kini ia pun mimpi ku untuk bisa bersua dengannya, membayangkan suatu hari kita akan menikmati hujan berlari kecil sambil mengenang kalimat yang disebut mimpi di bawah serbuan hujan, Manis sekali...

20 tahun lebih kini usianya
Tak ada lilin-lilin lucu atau balon-balon cantik yang bisa kuberikan. Hanya do’a-do’a terbaik yang kutiupkan dan kuterbangkan pada-Mu
“Untuk laki-laki yang lembut hatinya, bijaksana sikapnya. Semoga Allah menjaga sahabatku ini dengan rahmat-Nya.”
Ku pejamkan mata ini dan kubayangkan ia sedang melakukan hobinya taekwondo, voly, atau sepak bola atau bahkan nada-nada merdu yang keluar dari pita suaranya-dalam dekapan indahnya musim semi Korea. Aku juga menginginkannya menulis surat untukku di depan tembok Berlin yang gagah itu. Semoga engkau mengistiqomahkan kami untuk selalu berada dalam jalan kebaikan.”


Ya Allah, Yang jiwaku ada pada-Mu.
Segala puji bagi-Mu yang telah mempertemukan kami dalam kebaikan. Melalui hembusan angin aku memohon agar Engkau tetapkan kami menjadi sahabat dalam meraih mimpi

Mimpi untuk menjadi sosok sholeh dan sholeha. Mimpi untuk menjadi kebanggan orang tua. Mimpi untuk bisa menebar manfaat bagi orang sekitar. Mimpi untuk menginjakkan kaki di berbagai belahan bumi-Mu yang lain. Mimpi untuk tertawa bersama para penghuni di syurga-Mu kelak.Aaamiin Ya Rabb...

Seseorang yang jauh dari kata baik
Jejak Mimpi

Inspirasi Malam

Tau gak yang buat “jleb” itu apa?
Tau gak yang buat nyesek itu apa?
Tau gak yang buat kita ngiri dan harus keluar dari zona aman itu apa?
Kali ini bukan soal cinta, bukaan..
Bukan juga tentang orang tua
Bukan juga tentang sahabat, kasih sayang, atau yang lainnya, sama sekali bukan...

Ini adalah tentang start mimpi
Mimpi di start yang sama
Di titik awal yang sama
Diposisi yang sama

Saat yang lain, terutama kau
Yang jauh melambung tinggi diatas ku , sudah teramat jauh bahkan
Kini aku baru menyadari apa yang telah aku lakukan?
Aku ingin mengejar kalian
Aku ingin kita sama-sama dititik akhir yang sama nantinya
Tak peduli siapa yang duluan berada dititik akhir itu
Aku, kau, ataupun dia

Mereka sungguh mengagumkan
Mereka sungguh membuat ku banyak terinspirasi
Mereka sungguh menyadarkan ku dari “nina bobokan” kemalasan tuk memulai

Hai, apa kabar tuan berkacamata?
Aku masih ingat jelas saat-saat yang lain ingin pulang karna sudah kemalaman
Kau sudih menerima pintaku untuk mengajarkan pelajaran angka-angka itu
Tak hanya itu bahkan kau selalu mengingatkan dan mengajakku untuk sering berdiskusi ketika detik-detik SBMPTN
Huaaahhh mesih terngiang dan teramat jelas jasa ramah tamahmu, kawan
Tak hanya itu, bahkan saat perkuliahan pun kau masih sudih membantuku
Kau sungguh mengagumkan

Tuan berkacamata ini pun sedang menjalani perkulihan pendidikan kedokteran di salah satu universitas negeri di pulau sumatera
Ia masih dengan sosok yang sama, sosok yang sungguh mengagumkan, menginspirasi, dan keramahtamahannya masih seperti dulu
Ia sangat terkenal di universitasnya
Telah banyak mengharumkan nama univ dengan deretan prestasi-prestasi yang telah ia ukir nasional bahkan inernasional
kemarin ia berhasil mendapatkan juara 2 di perlombaan tingkat internasional mewakili Indonesia di Australi
Aaahhh....sungguh dari dulu kau membuatku iri denganmu, menyadarkan ku untuk segera kembali melangkah untuk menyusulmu dan sepertimu dengan kemampuan yang aku miliki..

Selamat, kau telah kembali membuatku terinspirasi, ayo jadi lebih baik, ayo keluar dari zona aman

“Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang mengubahnya”ar-ra'd ayat 11

Jejak Mimpi

Sabtu, 23 Januari 2016

Di penghujung Studiku

Assalamu’alaikum Wr. Wb, Semangat pagi di hari Sabtu ini para Perindu Syurga-Nya J
Bagaimana keadaanmu dan keluargamu pekan ini? Teruntuk mahasiswa yang lagi liburan, bagaimana target liburannya? Jangan lupa untuk tetap mengisi target dan menjalankan aktivitas jasadiyah, ruhaniah, dan fikiriahnya ya J

Di hari Sabtu pagi menjelang siang ini, ingin meluangkan waktu, fikiran, dan perasaan buat menulis mengisi waktu kosong sembari menunggu adik-adik pulang sekolah.
Perkenalan sudah kan ya? Saya sekarang udah mau masuk semester 6, huaaa udah tua ya? Udah bakal sibuk dan padet banget nantinya. Akankah masih aktif organisasi seperti dahulu? Akankah masih terus memberikan kontribusi terbaik dan memberi warna di dalam organisasi itu? Akankah masih terus mengunjungi adik-adik RumBel Al-Barokah di Panti Asuhan belakang Kampus?Akankah masih terus menemani dik Ayla melihat langit, dan gumpalan-gumapalan awan, demi menanti tenggelamnya matahari di setiap hari sabtu sore di gedung putih kampus lantai 4 itu? Akankah masih terus bisa jalanin hobby di akhir pekan? Akankah bisa terus menjaga semangat di titik kejenuhan ini? Sungguh aku membutuhkan mereka para pejuang kebaikan yang mempunyai visi yang sama, yang bisa terus saling mengingatkan, menguatkan, dan menyemangatin dikala diri tak bersemangat. Mengingatkan mimpi kita dikala aku mulai melupakannya. Aku sempat menemukan pejuang kebaikan itu, di akhir kepengurusan kemarin para punggawa SOSMAS, aku sungguh mencintai kalian, berat rasanya berpisah. Namun selamat tinggal bukan berarti berpisah selama-lamanya bukan?Ini bisa berarti sampai jumpa dipertemuan selanjutnya nanti, dan ku harap kita masih bisa bersama di naungan Dapartemen itu, semoga...

Hmm ngomong-ngomong tentang dunia perkuliahan, pernah tidak dalam satu waktu, kamu merenungi dirimu sendiri tentang kuliah yang sedang kamu jalani saat ini. Dari ribuan mahasiswa satu angkatan di kampusmu,  apa yang membuatmu berbeda dengan mereka semua?

Apa “nilai lebih” yang kamu miliki dibandingkan dengan ribuan mahasiswa yang lain? Apa yang membuatmu merasa menjadi lebih berharga dan dan kamu merasa layak untuk mendapatkan peluang-peluang bagus setelah lulus nanti?

Lalu, setelah kamu lama merenunginya. Di semester tua yang semakin mencekam karena skripsi atau TA yang menghantui. Ada perasaan menyesal selepas bertahun dikampus dan kamu tidak pernah mengambil peran untuk menjadi apapun. Kamu sibuk dengan dirimu sendiri, pergi pagi dan segera pulang selepas kuliah. Itupun kalau tidak ada ajakan main dan nonton. Malas berorganisasi dan aktif dikegiatan baik di dalam jurusan maupun di luar jurusan. Tidak pernah mengambil kesempatan untuk ikut pertukaran pelajaran. Hampir absen disemua seminar dan kuliah umum di kampus yang diadakan baik oleh himpunan ataupun fakultas karena merasa itu tidak relavan dengan yang kamu pelajari.

Begitu banyak peluang yang datang dan kamu terus melewatkannya hingga tidak terasa penghujung semester telah tiba. Dulu, untuk bergerak keluar dari kamar kos yang nyaman terasa berat. Melawan terik matahari untuk berjalan dari kampus ke perpustakaan pun tidak kuasa. Diajak sedikit pusing memikirkan polemik kampus dan kegiatan kemahasiswaan pun enggan. Tidak pernah menambah jeringan pertemanan di luar kampus lain di luar sana.

Setelah sekian lama kamu merenungi pertanyaan, “ Apa yang membuatmu berbeda dari ribuan mahasiswa lain di satu angkatanmu?”

Presiden mahasiswa itu hanya satu orang, mengapa bukan kamu yang mengambil kesempatan? Kabinet-kabinet BEM itu hanya diisi segelintir orang, mengapa bukan kamu yang mengambil kesepatan? Seminar dan kuliah umum itu pun hanya disediakan kursi untuk sejumlah orang, mengapa bukan kamu yang mengambil kesempatan?

Disaat orang lain yang sebaya denganmu telah melesat begitu jauh. Kamu menyadari ternyata kamu tidak pernah menjadi apa-apa. Kamu tidak bisa menjelaskan apa yang telah kamu ciptakan demi kebaikan banyak hal disekelilingmu.

Dalam 24 jam yang sama. Ada orang yang bisa menyelesaikan  urusannya sendiri dan urusan banyak orang, ada yang bisa menyelesaikan urusannya sendiri, dan yang paling menyedihkan adalah orang yang bahkan menyelesaikan urusannya sendiri pun tidak bisa. Itu dalam 24 jam yang sama.

Maka benar lantunan Ayat-Nya Sebaik-baik manusia adalah manusiayang bermanfaat bagi orang lain. Maka renungkanlah lagi, apa yang sudah kita lakukan selama ini?

Llg, 23 jan 15

Jejak Mimpi

Jumat, 22 Januari 2016

Trala

Mendengar perkataan dan pengakuan gadis berkacamata dan berkucir satu ini, sang psikiater pun melihat dengan tatapan penuh pengamatan dan perhatian sambil memangku dagu dengan kedua tangannya.

Gadis itu pun berlalu meninggalkan wanita berambut merah keikal-ikalan. langkah kaki yang tergopoh-gopoh mengantarkannya menuju apartemen kembali. Trala melihat keadaan kamarnya yang begitu berantakan, posisi kursi yang tak beraturan, tempat tidur tak rapi, bekas serpihan kaca di ubin lantainya, serta jejak kaca jendela yang pecah. Ia bingung dengan terus menatap kondisi sekeliling kamarnya.
Trala terkejut melihat tangan sebelah kanannya diperban, dan menahan rintih kesakitan. Trala kembali bingung apa yang telah terjadi hari ini, ia melihat jam tangan yang menunjukkan waktu istiratnya untuk kembali terjaga dari gelapnya malam. Waktu begitu singkat baginya, terasa sebentar, dan trala pun sering sekali kehilangan waktunya.

tok...tok...tok... bunyi detakan detik jam di meja tidurnya, semakin keras bunyinya, dan semakin Trala terganggu dengan detikan jam itu. Trala melempar jam itu kembali, dan berdiri di dekat jendela kamarnya, lalu memecahkan kembali kaca kamar itu. Beruntungnya Trala hari ini  tubuhnya tak tergores sedikitpun tidak seperti kemarin.

Pagi ini awan dan matahari bersahabat, menemani aktivitas Trala di pagi senin dan terdengar kicauan burung pun ikut menyambut pagi Trala. Trala berkuliah di sebuah Universitas yang berada di Amerika, mengambil konsentrasi Seni Melukis. Ia mahasiswi tingkat akhir sesepuh disana, yang belum-belum lulus. Didapatkan Trala lagi berusaha untuk melukis sesuatu, dan hasilnya gagal hanya sebuah coret-coretan. Trala tutup buku gambarnya, berlanjak berdiri, dan berjalan menuju gerbang kampusnya. Sebelum sampai ia di gerbang kampus, Trala bertemu dengan seorang Laki-laki tampan yang sedang menunggang kuda delmannya. Laki-laki itu pun berhenti, dan menghampiri wanita berkacamata berkucir satu ini.
"Haaii nyonya cantiik, Sudihkan dirimu memberi tahu saya siapa gerangan bidadari di depan ku ini?" Laki-laki tampan bertanya, dan mengulurkan kedua tangannya.
"Iya, Trala" Jawaban datarnya.
"Nama yang bagus bukan? Saya Wiliam. Duhai tuan putri, Sudihkan gerangan menunggang kuda delman ini bersamaku hari ini?" Pria tampan tertunduk dihadapannya, sambil menguurkan tangan kanannya untuk menyambut penerimaan sang tuan puti.
Trala berpikir lama, ia tak bisa, ia cemas, dan pada saat itu trala menjadi diri Rain, Karna Rain adalah putri yang cantik jelita, punya kekayaan dan bagian dari keluarga yang berada, selain itu Rain juga pandai melukis.
"Baik, ku terima ajakanmu kali ini tuan, trimakasih." Trala menyambut tangan sang tuan tampan, tersenyum manis, dan menaiki kuda deman itu.

Bersambung

lagi pengen nulis ini, dan nantikan lanjutan trala nanti malam, segera.....

Saat hati terus berharap, saat harapan terus dilangitkan, saat jarak menghadirkan rindu, dan saat doa menjadi obat rindu terampuh.
Mengapa?karna ketika hati bersama hati yang saling berkomunikasi maka jarak terasa dekat, sangat dekat , hati yang berbicara. Seperti halnya yang kita ketahui, ketika dua orang saling menyimpan amarah, mau sekeras apapun kita berbicara kepadanya, ia semakin jauh, semakin kita berteriak pun masih terasa jauh.

Beruntunglah bagi setiap manusia yang mesih didera kerinduan, ibaratkan tulisan tak berspasi, tak rapi bukan kita melihatnya? Jarak dari kedua kata menjelma kerinduan yang berbatas, tetap bertemu, beriringan, dan saling melengkapi.

Duhai jejak perindu, bersabarlah menanti, bersabarlah menunda cinta itu, karna kau pun akan mendapatkan cinta yang berkualitas yang akan semakin mendekatkanmu dengan-Nya dan dengan bersamanya pun syurga terasa begitu dekat.

Tapi, Duhai penjejak rindu aku khawatir seseorang yang selalu aku langitkan tak mampu menjaga dirinya, berikhtilaat dengan wanita lain, aku tak mampu menerimanya penjejak rindu. Sungguh ketika aku mengetahuinya nanti hati terasa teriris, sayap burung merpati pun terluka perih, bunga-bunga melati dihalaman belakang menjadi layu tak bermekar, dan tanah-tanah pun menjadi gersang. Aku ingin ia terjaga, seperti halnya aku yang berusaha menjaga izzah diri.

Maafkan aku penjejak rindu atas keluhan ku ini, aku tak mempu membendungnya lagi, dan mungkin ini pun khilaf diri yang tak begitu menjaga komunikasi dengannya, hanya dengannya saja. Astaaghfirullah aladzim.. Tapi aku percaya dan yakin takdir Allah pun selalu baik, selalu.. Frame SkenarioNya selalu indah, selalu...

Dan mampukan diri  bertahan dititik riskan ini? Semoga rasa cinta ini tak seperti rasa cinta yang dulu pernah ku tanam, somoga...


llg, 22 jan 16
Jejak Mimpi

Rabu, 20 Januari 2016

Trala

"One..two..three..happ..happp...haapp.." Mereka bernyanyi, bermain, berjalan sambil melompat dengan kedua tangan direntangkan ke samping tersusun dengan barisan yang rapi kebelakang. Langkah kaki guru pun terhenti setelah mendengar suara ayunan yang kesat lalu dari kejauhan ia melihat sang nenek tua sedang mendorong ayunan cucunya..ia terbayang seorang ibu yang sedang menggerek gadis kecil yang sedang diikat tangannya, ditutup matanya sambil terus menggerek keatas, suara ayunan dan suara gerekkan itu persis sama.
"Tralaaaa..Tralaaaa...." kepala sekolah memukul bahu trala dengan lembut. Trala pun terbangun dari lamunannya yang cukup lama. Terlihat dari kejauhan sana anak-anak muridnya sedang mentertawakan prilaku Trala yang cukup aneh. Ia tiba-tiba sedang berada di kolam yang tak begitu dalam, dangkal tepat diatas pergelangan kakinya dengan air kolam yang sedikit hijau dipenuhi lumut-lumut hijau.. sang kepala sekolah pun memanggil Trala.. tak tahan melihat prilaku Trala yang aneh akhirnya Trala pun di pecat dari pekerjaannya sebagai guru.
.
Dengan wajah yang datar, tatapan yang kosong, ia berjalan menyusuri jalan kota itu. Mencari tempat berteduh dari dinginnya malam, panasnya matahari,dan basahan titik-titik hujan..
"Pak,apakah apartemen disini ada yang kosong?"
"Ia tentu saja ada, di kamar 45 neng"
Trala pun segera menuju kamar 45, dibukanya pintu, dan ia langsung berbaring di sebuh kasur empuknya.
.
Suara detakkan detik jam terasa begitu keras berbunyi. Tookk...toookkk...tokkk...
Trala menutup telinganya, Trala pun mulai berimajinasi seperti jam itu pun berbicara kepada dirinyaa.. lalu ia bergegas banguunn.. daan... apa yang terjadi? Ia segera memecahkan kaca jendela kamarnya.. dengan kondisi yang baru bangun, dan ia dapatkan tangannya penuh dengan air merah yang melukai tangannya. Ia lihat jam tangannya, lagi-lagi ia seolah mendengar sang jam pun berbicara bahwa ia harus ke dokter.
.
"Apakah kau dapat melihat ini? Apa yang kau lihat Trala" tanya seorang dokter yang dianggap nya adalah seorang dokter yang nyatanya adalah bukan seorang dokter.
"Mata, dengan rambut ikal berwarna merah,menggunakan jas putih" Trala berusaha untuk menjelaskan dengan kondisi mata kiri yang ditutup dan tak mengenakan sebuah kacamata miliknya.
"Baik.. jika yang ini..apa yang kau lihat?"
"Sebuah tangan tepat di depan mulutmu"
"Apakah kau melihat yang lain?"
"Tidakk.."
"Apakah ada ibu, bapak?"
"Tidaakk... anak kecill.."
"Anak kecill...??"
"Apaa....?" Dengan kondisi Trala yang terkejut atas pertanyaan wanita berambut merah. Lalu wanita itu menginginkan Trala mencium bau2 yang berada di dalam sebuah botol. Nampaknya berupa cairan zat kimia. Trala pun mencoba satu persatu, di dua terakhir penciuman Trala menjauhkan botol itu, Trala tak menyukai bau yang berada pada botol itu.
.
Sang dokter pun mempersilahkan Trala untuk duduk di sebuah sofa. Lalu ia melihat jam kembali.. jam tangan itu seolah berbicara kepada Trala.. ia berprilaku aneh..sangat aneeh.. lalu ia kembali tidur pulas di sebuah shofa itu. Wanita berambut merah itu sedang duduk di tempat kerjanya sambil menulis.
"Iaa... apa...?" Trala terbangun terkejut.
"Saya tak berbicara apa-apa, silahkan duduk disini."
"Baik, kenapa saya bisa ada disini dokter?"
"Tanganmu tadi berdarah, lalu kamu ingin datang kepada seorang dokter. Tapi kamu salah ini bukan seorang dokter. Dan tak mengapa kamu tepat datang kesini. Saya adalah nyonya widberg seorang psikiater"
Trala pun kembali melihat jam kembali, lalu sang psikiater menepuk kedua tangannya tepat di depan mata Trala.
"Jangaan... kau jangan melihat jam terus"
"Baik"
"Apakah kamu seperti kehilangan waktumu?"
"Ia, saya yang sedang berada di sebuah tempat tiba-tiba berada ditempat yang lain. Lalu tiba-tiba hari sudah malam nyonya"

Bersambung.....
Penasaran? Ada apa sebenarnya dengan Trala?kenapa Trala melihat anak kecil yang sebenarnya tak ada?mengapa Trala sering kehilangan waktunya? Mengapa Trala tiba-tiba memecahkan kaca jendela kamarnya?mengapa Trala suka tidak sadar dirinya dimana?Nantikan cerita selanjutnya...:)

Plg, 12 Des 15
Jejak Mimpi

Sabtu, 09 Januari 2016

Sebatas goresan "baper" yang belum bermakna

Sahabat, kemarin dan terkahir hari ini saya mendapatkan pesan pribadi bukan hanya sekedar broadcast namun pesan ini benar-benar personal chat yang membuat hati tersentak ketika sudah menerimanya beberapa kali.  Pesan yang berisi jangan baper ukhti, mengapa perasaan sebegitu dikerdilkan?
Ia kerapkali digandengkan dengan kata “bawa”– hingga terbentuklah istilah “bawa-bawa perasaan” alias baper. Heheh.
Malangnya, “baper” seringnya diidentikkan dengan urusan galau. Lebih spesifik lagi, galau percintaan.
Padahal, “perasaan” adalah serangkaian tanda yang sungguh kompleks, abstrak, tebal, kaya, powerful, dan menggerakkan– dibanding pemikiran. Maknanya berlapis-lapis.

Perasaan– datangnya langsung dari Ilahi.
Direct.
Perasaan adalah anugerah. Saking tebal dan kaya-nya sebuah perasaan, butuh upaya manusia untuk menyederhanakan abstraksi ini.
Hasil penyederhanaan inilah yang dinamakan pemikiran. Pemikiran merapikan dahsyatnya perasaan yang hinggap.
Lapis-lapis perasaan, dapat dikupas oleh pikiran manusia yang canggih nan berbatas. Dalam tiap lapis, terdapat makna yang menyengat.
Seorang rekan pria kira-kira berceletuk begini,
“Kepekaan itu diperluin banget, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Kepekaan~ membantu kita menyibak sesuatu yang tak terlihat.”
Wow, lega rasanya mendengarnya dari lisan pria beberapa waktu yang lalu. Haha.

Ada ilmuwan yang bertahun-tahun meneliti kandungan Bahasa Alquran. Ia tak kunjung berislam, hingga jiwanya tertumpas syahdu azan di tengah padang pasir Afrika.
Semenjak itu, ia menyerahkan sepenuh jiwa raga teruntuk Islam.
Lantas, mengapa perasaan terkadang dipersalahkan, sahabat?
Bukan perasaannya yang salah. Namun, penyikapan dari diri yang menjadikannya sedemikian salah.
Menurutku, perasaan ialah seperangkat kode langsung dari Ilahi. Baik itu marah, kesal, gembira, naksir, malu, dan lain sebagainya.
Memecahkan kode secara salah (atau dibumbui hawa nafsu), maka hasilnya pun akan buruk.
Seperti misal, saya cemburu bukan main terhadap orang-orang yang punya karya tulis bagus.
Salah jika saya kemudian membenci mereka dan mencari alasan “Ah, mereka kan sudah hidup mudah dari dulu. Ah, mereka kan orangtuanya supportif.”
Berarti, rasa cemburu tersebut dikonversi menjadi energi negatif.
Namun, sebenarnya rasa cemburu tersebut berpotensi besar untuk menyalakan api berkarya dalam diri. Kecemburuan dapat menjadi energi pemantik semangat meramu karya.
Atau, ketika  naksir orang. Jujur ketika tertarik dengan lawan jenis , biasanya terdapat melankolia yang mencengkram.
Sayangnya, iklim masyarakat membuat individu menerjemahkan rasa tersebut secara tidak tepat. Seperti “Aku ingin dia jadi milikku. Kalau nggak, aku galau.”
Padahal, rasa ketertarikan terhadap seseorang bisa jadi suatu pembelajaran dari Allah. Pemikiran menjadi kunci untuk menerjemahkan perasaan kuat-melekat tersebut.
Dari pengalaman pribadi, selalu saja ada pelajaran yang Allah titip ketika tengah kasmaran.
Entah saya jadi fokus untuk mempelajari skill baru dari kelebihan orang yang saya sukai. Atau jadi lebih “masuk” menasihati kawan yang tengah dimabuk rasa karena sama-sama merasakan.
Atau sesimpel jadi sering mengucap istigfar karena terganggu dengan kemelekatan perasaan tersebut. Jadinya lebih ingat Allah, kan? #alhamdulillah
Jadi, bukan baper lagi kan ini namanya? Tapi, lemper eh salah ya itu nama makanan hehe

Lalu, bagaimana agar mata hati menangkap sinyal rasa dariNya? Secara tepat.
Kan ngeri juga, ya. Tatkala hawa nafsu buruk yang menangkap sinyal rasa, maka otak pun membuat logika akan sikap kita yang salah.
Jadi..
Dekati Dia. Cintai.
Nggak deket?
Selalu cari cara dekati Dia.
Belum cinta? Mohon agar diberi cinta yang tertanam tulus dariNya, dan untukNya semata.
Sebuah hadist mengatakan, ibadah sunnah membuat seorang hamba memilki persangkaan yang berkembar dengan persangkaan Ilahi. Tentu, ibadah wajiblah yang mesti dirawat secara kontinu.

Huah.
Ini terus terang saya juga masih belajar, wahai sahabat semenjak dari awal semester selalu mendapatkan materi tentang hal ini.
Akhirul kalam, izinkan saya menukil apa yang pernah terucap.
Ada masa dimana saya begitu terbawa perasaan diri sendiri. Ada pula masa dimana saya mengacuhkan perasaan diri sendiri.

Kini saya belajar untuk tidak terbawa perasaan namun juga tidak mengacuhkan perasaan.

Saya belajar untuk berkomunikasi dan mengevaluasi gejolak perasaan saya sendiri.

Apa maksud Allah memberikan ayat-ayat kauniyah berupa ragam perasaan yang rumit ini? Apa yang hendak Ia ajarkan? :)

Bersyukurlah diberi rasa untuk mengkhidmati pesanNya. Bersyukurlah diberi rasio untuk menyibak pesanNya.

Dan buat kamu disana, ridhokah kau menjaga secuil harapan ini?








Selasa, 05 Januari 2016

Waktu jenuh 11 menit

Disaat kejenuhan itu menghampiri, ada saja yang aku lakukan entah itu mendengarkan musik, nonton stand up comedy, menyoret-nyoret kertas, ataupun membuat tulisan tak bermakna ya seperti malam ini. Meluangkan waktu 11 menit untuk meluapkan kejenuhan sebelum memulai lagi mengulang pelajaran yang akan di UAS-kan besok. Maaf ya ini lagi edisi galau ceritanya lagi baper gara-gara dengerin lagu yg melow-melow.hehe .. Hasilnya ini deh yang dibuat selama kurang lebih 11 menit, tapi ini ternyata lebih dari sebelas menit loh ya. Setelah buat tulisan diatas, nunggu loading, dan sebagainya hehe..
.
Tidak ingin ditanya, juga tak mau untuk bicara. Semua terasa tak berguna dan yang ada disekeliling hanyalah perasaan hampa. Hanya butuh diam tanpa ada suasana. Hanya butuh sendiri untuk menyendiri. Kelelahan hati dan fikiran benar-benar membuat semua tak bermakna.

Bagaimana mungkin seseorang memiliki tugas untuk mengurai kembali benang yang tak terkira jumlahnya dalam selembar kain sarung yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun bersusun, silang menyilang, timpa menimpa dengan rapi di sehelai kain sarung yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan nafasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh tetesan air matanya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentangan perasaan rindu yang tumbuh subur dalam rongga dada, menjamur, beranak pinak dan menjadi belukar.

Rindu itu menjadi rimba yang tak bisa dibersihkan lagi. Setiap lilitan semak belukar yang mengikat pohon, setiap akar tunggang yang menghujam ke bumi menjadi isyarat kuat dan dalamnya rindu ini.  Namun, ku tak menyangka kini, rindu yang menghujam dalam dan kuat melilit menjadi rindu yang kini jauh. Rindu yang jauh di purnama sana. Rindu bagai purnama yang berbentuk rongga-rongga lubang. Setiap lubang memiliki beberapa lubang dan beberapa lubang itu juga memiliki beberapa lubang lagi yang lebih kecil. Pilunya kerinduan ini bagaikan purnama kerinduan yang selalu dinanti setiap malam melalui detik demi detik, jam demi jam, tahun demi tahun sampai aku dipertemukan dengannya, cinta sejatiku....

Palembang, 05 januari 2016
Jejak mimpi