Selasa, 19 Juli 2016

Engkau ada dimana saat ini?
Kabar terakhir darimu, kau ada dijalan untuk menuju kampusmu.
Tak sempat kutanyakan tentang jalan pikiranmu saat itu. yang sampai kini pikiranku masih melayang tuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telah ku buat sendiri, tentang keputusanmu. Aku tak mengerti.

Membayangkanmu yang mungkin sekarang mungkin lagi dijalan, dirumah, atau masih diluar dengan agendamu.
Kulihat diluar sana langit mulai mendung. Mungkin nanti akan turun hujan deras. Jika kau terjebak hujan atau malah basah oleh hujan, tak bisa ku bayangkan ekspresimu.
Mungkin hujan di edisi kali ini, bisa membuatmu bahagia meski ku malah sebaliknya
Mungkin juga edisi hujan kali ini membuatmu menggigil, karena kondisi badanmu yang kurang stabil. Atau bahkan edisi hujan kali ini apa yang kau rasakan juga seperti apa yang tengah aku rasakan, mungkin..
Namun, akan ada hujan di edisi yang istimewa membuatmu bahagia, begitu juga denganku. Berlari kecil, menadahkan tangan sambil memejamkan mata dan menikmati hujan berdua.

Ternyata benar, belum selesai ku tulis pesan ini, hujan diluar sudah turun deras. Tapi aku melupakan suatu hal, ternyata disana belum tentu hujan juga bukan. Dan semoga hujan kali ini disini bisa membuatmu tersenyum, aku rindu dengan senyumanmu walau tak tampak dari kasat mataku.

LLG, 18 Juli 16

Jejak Mimpi
Kicauan anak ayam jelas terdengar menari-nari dibawah terik matahari
Semilir angin terasa menyejukkan, membelai lembut dedaunan dan kulitku yang mulai terasa dingin
Entah dingin karena apa, yang jelas kutahu ini bukan karena angin

Hatiku bergejolak, jantungku berdegup cepat
Seluruh tubuhku dingin
Terasa sungguh menyesakkan
Sejak hari itu

Silih berganti hari, kekhawatiran menyelimuti pikiranku
Meski ku tau, tak seharusnya aku seperti ini
Aku berusaha menikam, membunuh setiap rasa itu hadir
Tapi lagi-lagi aku tak bisa
aku meyakinkan diriku, dia tak seperti apa yang mereka katakan
dia pasti akan menepati janjinya
aku percaya..
tapi lagi-lagi, aku khawatir
aku takut apa yang kutunggu, apa yang kuharap tak kunjung datang
aku takut..
Allah...
aku takuuuttt
apa yang telah kini terjadi padaku?

tak ada yang mampu menentramkan hati, selain janji yang ditepati, komitmen yang dijaga, iman yang meningkat, dan tawadhu yang membekas dihati.
Meski kini kau lagi pergi, tapi aku selalu melangitkan doa itu, agar secepatnya kau pulang dan bisa berubah menjadi apapun yang kau inginkan seperti katamu
dan setelah inginmu itu tercapai kau bisa mengiringi ku lagi, bersamaku dan kembali membuatku tersenyum

LLG, 19 Juli 2016

Jejak Mimpi