Hi Blog!
Hi Jejak Melodi Mimpi!
Beberapa waktu ke depan kamu mau bersamaku?
Kamu tahu kalau kamu itu rumah? Tempat pulang yang nyaman.
Selasa, 21 Juni 2016
Senin, 20 Juni 2016
Siang luruh. Suara adzan menggenapkan usia matahari yang harus tenggelam untuk beberapa jam lagi. Aku melirik ke pojok kanan dinding kamarku. Pukul 03.33, kota ini memang lebih cepat jadwal shalatnya dibandingkan dengan kota kelahiranku.
Aku menghembuskan nafas pelan. Melirik akun line punyaku.
Penasaran pikirku..
Beberapa hari yang lalu belum sempat kuperiksa sebuah postingan yang tertuju padaku
Dari teman dekatku, nopita
Mataku mulai berkaca-kaca membaca dan mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu
Bukan hal itu saja, pun tentang semua anak jalanan yang kita temui
Saat itu, saat mencari klien untuk tugas mata kuliah X
Mataku tak mau berkedip, terfokus dan tertuju dengan segerombolan anak jalanan yang menakutkan
Jelas saja, ini waktu pertamaku untuk mengakrabkan diri dengan mereka
Kulihat, kuamati, kutulis setiap gerak-geriknya
Setengah jam...
Ya ini sudah waktu yang tepat buatku mendekati nya
Beberapa jam yang lalu, setelah usai membuat sebuah obrolan dan hikmah yang dipetik dari mereka.
Ironis memang, mendengar cerita bahkan prilaku liarnya
Namun, tetap selalu ada pelajaran yang selalu menjadi ibroh
Mungkin tak bnyak yg memiliki sifat sosial yg tinggi seperti mereka.
Biasanya jika ngamen tak memperoleh receh, mereka kerap membeli sebungkus nasi untuk dimakan bersama, sembari berbagi kebaikan kecil dengan membantu nenek2 menyebrang jalan
Bukan sesuatu yg besar memang hanya saja untuk hal seperti itu tak bnyak yg tergerak untuk bertindak, lihat saja mereka yg sdg duduk2 di halte sma sekali tak memperdulikan hal itu.
Sayang nya banyak diantara kita yg bersikap sangat individualis, menarik dari tindakan2 sosial, acuh dan tak mau perduli terhadap lingkungan sekitar.
Dan Coba lihat para pemuda ini, mereka tidak membiarkan jiwa sosial nya terkikis oleh bisingnya kendaraan atau barangkali karna mereka telah bnyak belajar arti kehidupan dari debu-debu jalanan. Sungguh mulia sekali hatimu nak.
Palembang, 20 Juni 16
Jejak Mimpi
#langitkebaikan
@langitlangit.yk
Kamis, 16 Juni 2016
Tuk Mentari Esok
Pada malam ini.. Ya masih. Masih seperti ini. Perahu yang dari awal penuh keyakinan berlayar kini masih terombang-ambing di tengah samudra. Angin malam cukup bersahabat. Langit pun tak memberikan tanda akan turun hujan, tapi dinginnya malam membuat tubuh kaku, diam tak bergerak. Pikiran dibuat melalang buana, tapi tak berarah. Ku tatap langit penuh bintang dengan ditemani sinar rembulan. Aku yakin masih ada mentari esok karena mereka masih bersinar menemaniku malam ini. Tubuhku memberontak menepis dinginnya malam. Pikiranku diam, tenang, dan mencoba memikirkan satu hal. Ya, aku harus melakukan sesuatu bersama mentari esok. Mentari yang akan menemaniku tersenyum sepanjang hari.
Bgr, 16 Juni 16
Melodi Mimpi
Bgr, 16 Juni 16
Melodi Mimpi
Senin, 13 Juni 2016
Menikmati angin sepoy-sepoy di beranda kamar inapku, ku dapati kakek2 yang lagi duduk2 di beranda kamar inap sebelah. Dia menyampiri ku, dan terjadilah obrolan kecil bersamanya.
"Sakit apa nak?"
"Ini kek kurang bisa jaga kesehatan kek". Dia tersenyum, terlihat begitu tegar. "Kakek sendiri nak, lagi nunggu nenek. Ohiya kakek sampe lupa mau buang pempes ini.maaf ya nak"
Sekali-kali sering ku intip kedua sumai-istri ini, kudapati kakek sedang mengurut nenek. Begitu mengharukan melihat kemesrahan sepasang kekasih ini. Entah kemana anaknya. Tak pernah kulihat mereka tuk menunggu kedua orang tuanya ini.
Tepat pagi ini, innalillahi wa innailahi roji'un. Panggilan lembut Allah untuk sang nenek. Ya ayyuhan nafsul muthmainnah. Irji'ila rabbika radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan hati puas dan diridhoi-Nya)
Karena pada akhirnya bukan bagaimana kita hidup, tapi tentang bagaimana kita kembali kepada-Nya.
Kerinduan..
Dengan sebaik-baik perjumpaan denganNya..
Sebaik-baik tempat kembali.
Selamat jalan nek, kami pasti akan menyusulmu nek
Plg, 13 Juni 16
Jejak Mimpi
"Sakit apa nak?"
"Ini kek kurang bisa jaga kesehatan kek". Dia tersenyum, terlihat begitu tegar. "Kakek sendiri nak, lagi nunggu nenek. Ohiya kakek sampe lupa mau buang pempes ini.maaf ya nak"
Sekali-kali sering ku intip kedua sumai-istri ini, kudapati kakek sedang mengurut nenek. Begitu mengharukan melihat kemesrahan sepasang kekasih ini. Entah kemana anaknya. Tak pernah kulihat mereka tuk menunggu kedua orang tuanya ini.
Tepat pagi ini, innalillahi wa innailahi roji'un. Panggilan lembut Allah untuk sang nenek. Ya ayyuhan nafsul muthmainnah. Irji'ila rabbika radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan hati puas dan diridhoi-Nya)
Karena pada akhirnya bukan bagaimana kita hidup, tapi tentang bagaimana kita kembali kepada-Nya.
Kerinduan..
Dengan sebaik-baik perjumpaan denganNya..
Sebaik-baik tempat kembali.
Selamat jalan nek, kami pasti akan menyusulmu nek
Plg, 13 Juni 16
Jejak Mimpi
Minggu, 12 Juni 2016
Aku tak suka angin
Angin tak dapat kunikmati setiap saat
Aku tak suka angin
Hadirnya hanya sesaat pun sesuka hatinya untuk kembali pergi
Aku tak suka angin
Namun, angin dapat menyejukkan hati walau hanya sesaat
Aku tak suka angin
Namun, angin berjanji ia akan kembali lagi
Aku tak suka angin
Namun, angin selalu jujur
Itu sebab aku jatuh cinta pada angin
Palembang, 12 juni 16
Jejak Mimpi
Angin tak dapat kunikmati setiap saat
Aku tak suka angin
Hadirnya hanya sesaat pun sesuka hatinya untuk kembali pergi
Aku tak suka angin
Namun, angin dapat menyejukkan hati walau hanya sesaat
Aku tak suka angin
Namun, angin berjanji ia akan kembali lagi
Aku tak suka angin
Namun, angin selalu jujur
Itu sebab aku jatuh cinta pada angin
Palembang, 12 juni 16
Jejak Mimpi
Langganan:
Komentar (Atom)




