Minggu, 20 November 2016

Senyum Penyu yang Menguatkan

Senyum adalah tanda seorang mukmin. Senyum adalah sedekah yang mudah namun begitu nikmat. Mengurai makna betapa jiwa-jiwa pemilik senyum selalu setegar matahari yang tak pernah memikirkan bagaimana caranya penduduk bumi agar berterima kasih padanya. Selalu ikhlas, selalu indah dalam makna yang tak mampu tersampaikan. Tersenyum laksana perekat luka, obat kesedihan yang sangat manjur. Seseorang yang tersenyum dalam menghadapi problema hidup, ia akan mampu mengimbangi kesedihannya dengan memunculkan solusi-solusi terbaik. Maka tersenyumlah saat langit mulai buram, saat dunia mulai penuh dengan tangisan.

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak : tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Inilah esensi dari senyum yang di awali sejak membuka mata, di awali dari sebuah keikhlasan, sehingga berbuah pahala yang melimpah. Bahkan dengan senyum jiwa akan selalu segar, penyakit akan menyingkir. Sungguh berapa banyak orang-orang yang merasa bahagia saat kita tersenyum dihadapannya. Bersedekahlah dengan indah.

Senyuman merupakan sihir yang sangat manjur, mampu memukai setiap jiwa. Senyuman bila menyapa kekeringan maka akan mengalirkan air kesejukan. Apabila menyapa menghinggapi permusuhan maka akan melahirkan perdamaian.

Mari kita berkaca pada suri tauladan kita Rasulullah Saw, bagaimana beliau selalu memancarkan senyum disetiap pergaulannya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)

Rasulullah pun tersenyum selalu, mengapa kita tidak?

Tersenyumlah. Ia dapat menghilangkan sakit pada hati, ia dapat meneguhkan silaturahim, ia dapat mencairkan suasana yang beku, Ia dapat memberikan semangat, ia dapat menjadikan wajah kita berseri-seri, ia dapat membuat hidup jauh lebih berwarna. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan senyuman. Jadi, tersenyumlah.. Rasakan apa yang engkau dapatkan dengan senyummu ^_^

20 nov 16
Jejak Mimpi

Sabtu, 12 November 2016

RUMAH AKU PULANG

Terimakasih telah selalu setia menungguku di depan pintu, lalu sesekali ketika kau jenuh kau masuk dan mengintip di jendela untuk memastikan apakah aku pulang atau tidak.

Kau layaknya rumah bagiku, ketika aku pergi jauh aku takan pernah lupa untuk kembali. Terimakasih Blog, kau adalah rumah rajutan ku.

Plg, 02.11 AM
jejak mimpi
di dalam kamar dengan regresi mental yang lagi membuncah diiringi dengan tulisan dan akan segera bercerita kepada-Nya

saat kemampuan verbal mendominasi

Aku hampir saja lupa bahwa kamu itu adalah milikNya.
Aku hampir saja lupa bahwa allah yang mengatur dengan siapa kita berjodoh
Tapi dalam setiap doaku, aku selalu menyebut namamu. Doa itu masih khusus ntah jika nanti doa itu akan menjadi umum. Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu atau sedikit memaksa Allah agar membuat kita bersatu

Jika nanti Allah tidak mengizinkan dan jika nanti waktu tidak lagi mempertemukan kita,
Terimakasih telah membuat warna dan telah singgah didalam duniaku. Kini matahariku telah pergi, duniaku terasa amat kelam. Tapi tak masalah, setidaknya aku pernah memperjuangkan satu nama dalam doaku. Setidaknya aku banyak belajar darinya. Dan yang terpenting aku kagum dan bangga dengan keputusannya ketika aku memberikan pilihan melepaskan atau tidak. Aku bangga terhadapmu.

Plg, 01. 52 AM
Di dalam kamar masih edisi belum bisa tidur, tapi sudah sedikit lega

verbalkah atau intrapersonalkah yang sedang mendominasi?

Ketika harapan ternyata tidak se'iya dengan realita
Ketika dibuat tersadar ada kuasa diatas kuasa kita,
Ada kekuatan diatas sang yang mengatur kita semua
Tak semua yang diperjuangkan setengah mati akan berakhir indah
Tak semua yang diupayakan segenap hati akan menjadi milik kita
Sejauh apapun langkah, sedalam apapun rasa, jodoh adalah priihal kuasa langit.
Maka berdoalah, memintalah, berusahalah
Sekali lagi, kita akan bertemu di masa depan, jika saat ini kita berjauhan.

Plg, 01. 33 AM
Jejak Mimpi
di kamar saat regresi mental membuncah

kemampuan verbal pun tak igin kalah dengan si intrapersonal

"Jika rasa itu semakin menjalar ke sukmaku
Aku mulai sekarang selalu memohon, setidaknya rasa itu dalam porsi yang sesuai. Tetap pada takaran yang pas. Tak terlalu berlebihan, tapi tetap terjaga. Sampai takdir nanti menyatukan"
Plg, 01. 24 AM
Jejak Mimpi

Ps: maaf jika banyak tulisan n tersebar di timeline temen2. Ini bentuk dari regresi aku, biar sampai lega dan puas untuk malam ini.

ketika kemampuan intrapersonal lagi mendominasi

Mata, jika kau ingin menangis, menangislah...
Aku tau kau lagi menginginkannya. Tak mengapa, karena kau jg butuh untuk itu. Jangan terus2 ditekan, tak baik buat hatimu. Maka menangislah...
Tapi jika inginmu sudah terlaksanakan, kembalilah seperti semula lagi. Tak peduli harus memakan waktu sampai kapan kau dalam setiap saat ingin menangis. Tak mengapa.. kau membutuhkan itu. Aku tau..aku paham..
Tapi jika semua urusan ini telah selesai jgn biarkan hatimu terbuka sedikitpun untuk yang lain, tak ingin seperti ini lagi kan?

Tapi, bukankah itu fitrah?

Iya itu fitrah disaat dtang waktu yg tepat. Liat sperti sekarang, itu hanya sekedar ujian bukan? Kau menghabiskan waktumu dengan orang yang belum pasti. Lalu apa nanti perasaan pasanganmu nanti, ketika kau seperti ini? Tak mampu menjaga disaat kau lagi sedang sendiri. Menjagalah untuk yang terjaga..

Tapi, kemarin aku benar2 yakin bahwa dialah pendamping aku kelak. Tapi keyakinan itu ingin mendapatkan kepastian dan jaminan. Akhirnya semuanya goyah. Dan benar katamu, ini hanyalah ujian.

Sudahlah, kau sebenarnya sudah sangat tau itu salah. Tapi kau masih melakukannya. Aktivitas mu itu yang tidak benar bukan melainkan statusnya. Sekarang kau sudah tau kesalahan, sudah tau harus berbuat apa. Jadikan itu pelajaran dan pengalaman. Jadikan ini tempaan buat dirimu untuk semakin kuat, tegar, dan semakin istiqomah. Allah pasti menyiapkan seseorang yang terbaik buat kamu, dipertemukan disaat waktu yang tepat.

Tapi akan sangat sulit untuk menghilangkan rasa yang ada ini?

Tak mengapa, tak usah untuk berusaha menghilangkan. Biarkan waktu yang akan membuktikan. Tetap jaga rasa itu agar tetep suci, dan semakin bertambahnya tahun apakah rasa itu semakin berkurang atau semakin bertambah dan diberikan keyakinan. Tak usah merubah sesuatu secara langsung. Hadapi proses, nikmati prosesnya. Aku tau itu akan sulit, tapi tetap nikmati saja. Ketika dia sudah tidak ada, tak ada tempat buat dirimu bercerita dan minta pendapat, berbagilah dengan seseorang yang benar kau percayai. Jangan semua dipendam, itu akan berdampak tidak baik bagi dirimu.

Terimakasih, kau sungguh bijak duhai diri. Maafkan hati ini masih lemah. Jika urusan hati ini adalah ujian terbesarku. Tapi tetap saja aku tidak bisa buat nangis, tapi aku menginginkan itu.

Berdoalah seperti mengayu sepeda berulang2 kali, untuk tetap dikashi-Nya, dikuatkan-Nya disaat kecewa membuncah, ditutupi lubang2 luka dihati dengan cara-Nya yang bijak. Tetaplah berdoa seperti itu. Emang ini sulit, tetaplah selalu kuatkan diri. aku yakin kamu pasti bisa. Aku yakin...lalu tak ada alasan bagi dirimu tidak yakin. Karena aku yakin.

Plg, 00. 58
Jejak Mimpi

Selasa, 08 November 2016

I keep this love 'about 21' in this photograph

Seberapa penting artinya perayaan ulang tahun bagimu?
Bagiku, tak begitu istimewa, cukup dengan orang-orang yang aku sayang mengingat, mengucapkan, dan berdoa untuk ku.
Ya, setidaknya begitu aku dididik sejak kecil.
Bahkan aku tak ambil pusing dengan hari lahirku. Bagiku, cukup mengingat bahwa kesempatan hidupku berkurang.

Dari tanggal 30 Oktober sampai kemarin 08 November aku dihujani tetes-tetes nikmat-Nya melalui orang-orang yang aku sayang bahkan mereka yang tampak biasa dimataku. Menginjak usia 21 kemarin, ada berbagai hadiah yang kudapat. Bukan boneka imut, apalagi barang mewah. Tapi ini tak dapat dihargai dengan uang. Mendapat kejutan itu biasa sekali, kan? Bagian terharunya, ayah, ibu, dan adik-adik dibanjiri kesibukan, hingga waktu membuatku menunggu mereka. Sempat aku berpikir mereka lupa, sedih dan kecewa bukan main saat itu. Namun, aku salah. Aku mendapat kejutan melalui adik yang mereka bekerjasama untuk membuat aku bahagia hari itu. Jangan protes kalau ini biasa saja ! Sudah kukatakan ini menurutku.

Dari kejauhan sana ada yang mencoba membuat buket bunga dan mengirimkan bingkai foto yang berisikan pose-pose klasik kami. Bukan buket bunganya atau bingkai fotonya yang membuat hatiku luluh, tetapi usahanya untuk membuat dan mempersiapkan dalam kesibukannya. Dan ini, sesuatu yang aku inginkan belakangan ini, Bunga. Begitu bahagia bukan main, ketika aku menerimanya apalagi ini handmade. Jika tak terharu, jangan protes ! ini ceritaku.

Mereka yang tampak biasa dimataku, mempersiapkan suprise berupa kue dan balon-balon yang teramat cantik menirai dinding. Ketika aku ingin meniup lilinnya, teringat kata ayah “Jangan meniru perayaan kaum agama lain, kita ini Islam” langsung aku cabut lilinnya, ya lilin cuma dijadikan simbol saat itu. maafkan aku teman, begitulah aku ditanamkan sejak kecil. Dan kejutan ini, aku gak pernah mengira sebelumnya. Ternyata ada yang begitu  perhatian dan peduli denganku, padahal aku pun tak pernah memberikan informasi hari lahirku di SOSMED, entahlah mereka tau dari  mana, yang pasti ini lagi-lagi membuat aku terharu. Jangan protes, kalau tidak terharu lagi. Ini menurutku!

Di Sabtu dan minggu manis, 3 temen dekat pria ku itu lagi dan lagi membuat aku begitu terharu. Diajak nonton dibayarin, diajak ke BKB, makan, dan naik odong-odong mobil dibayarin, makan di restoran di bayarin. Kompak banget ya kalian gantian-gantian ngebayarinnya?
“Ini sebenernya siapa yang ulang tahun sih? Ko malah kalian yang begitu banyak mengeluarkan duit, yang membuat rencana kesana-kemari demi membuat aku bahagia. Tolong terima duit ini aku mau bayar sendiri soalnya mahal.” Lalu salah satunya menjawab “Biarkan, yang ulang tahun yang seharusnya di bayarin dan dibuat bahagia, sudah seharusnya budaya yang ulang tahun yang neraktir dihilangkan, ini kado dari kita rul” masyaAllah kado yang tak terlihat, namun berbekas. Terimakasih telah membuat aku terharu dengan apa-apa yang kalian lakukan, maaf kalau ini lagi-lagi tidak membuat terharu. Ini menurutku ya!

Lalu, aku dibanjirin pesan-pesan berisi ucapan, foto-foto handmade ucapan dan do’a-do’a dari mereka, bagian terharunya ko bisa ya inget hari ulang tahunku padahal udah gak tercantum infonya di SOSMED? Begitu berharganya ya aku dimata kalian. Aku sangat bersyukur dikelilingi orang-orang yang begitu menyayangiku, maafkan kalau terkadang aku tak peduli bahkan gak peka ternyata ada kalian juga yang menyayangi aku.

Kemarin, pas selesai pulang kuliah dan mau ke perpustakaan ada yang bilang “rul kata ibu kos ada paket” terus aku mikir siapa ya ngirim paket, perasaan aku gak ada mesen apa-apa deh. Dan ternyata... aaaahhh aku begitu sangat terharu, padahal ia dekat teramat dekat malah, kenapa gak ngasih langsung?kenapa harus dipaketin?kan sayang ya ongkosnya hehe. Ini mungkin juga sebagian kejutan kecilnya untukku. Bagian terharunya, lagi-lagi aku dapat handmade, dan ada salam sahabat pesan yang ditulisnya itu. aku gak nyangka, karena semester kemarin pernah nanya:
“sahabat kamu selama ini siapa aja pi?”
“dulu, aku memiliki sahabat, tapi ia mengecewakanku rul. Jadi sampai sekarang aku belum menemukan sahabat yang benar-benaran sahabat, yang mengerti kekurangan aku, yang menerima, dan mendukung aku rul”
“kuliah pun belum ngerasa ada sahabat pi?”
“untuk sejauh ini belum rul, teramat susah aku menjadikan seseorang itu menjadi sahabat aku rul”
Terimakasih nopita, seseorang yang begitu introvert yang suka diam-diam nulis untuk ku. Aku begitu merasa beruntung sekali telah dipertemukan dan didekatkan, maafkan aku kalau aku masih belum menganggapmu sahabat. Karena aku bisa menjadi diri aku sendiri ketika bersama mereka, amel, linda, dan melodiku. Aku ngerasa mereka yang paham betul dengan kepribadian aku. Maaf lagi-lagi aku begitu tak peka. Jika ini tak juga mmbuat terharu biarkan, Jangan Protes! Ini kisahku !

Ini bagian romantisnya, ada yang diam-diam mendo’akan ku disaat hujan di kota hujan. Apa do’anya? Aku tak tahu, kan sudah ku katakan “diam-diam”. Setidaknya aku yakin do’a yang telah ia tiupkan kelangit, kini sedang bertarung diatas sana, entah ia akan membumi atau tidak. Di kejauhan sana, di kondisi yang tidak mumungkinkan sebenarnya, ada yang menelpon dan mengirimkan pesan pengingat hari ulang tahunku. Bagian terharunya, dia memberikan sesuatu yang sangat berharga, yaitu waktunya. Di kondisi yang tak sehat, ia masih berjuang untuk membuat aku bahagia dengan membuat obrolan-obrolan kecil di telepon. “Terimakasih Melodiku itu sangat bearti buat aku”.  Ini romantis dalam sudut pandangku, jadi jangan protes !

21 itu tidak lagi muda dan dikatakan tua pun belum. Siapa yang ingin berman-main dengan usia? Jika saja tahu bahwa hidup adalah perkara yang sulit di duga kira, tentu saja semuanya akan benar-benar memanfaatkan usia sebaik mungkin. Bicara tentang usia, ternyata usia yang paling baru ini menghantarkan saya pada sebuah pemahaman bahwa hidup tidak lagi untuk bermain-main. Saya ingin fokus dan serius melewati sisa usia. Masih banyak kebermanfaatan diri ini yang dipertanyakan. Masih banyak mimpi yang belum jua mampu diselesaikan. Judul-judul buku masih bertumpuk untuk dibaca. Sejuta pemahaman tentang apapun masih setia menunggu untuk dipikirkan. Juga kalimat Cinta dan pesan tersurat dari Semesta yang menanti untuk dilafalkan dan diaplikasikan.

Terimakasih banyak untuk semua yang mengingat hari lahir saya yang jauh dari kata pantas untuk diingat oleh orang-orang yang berharga seperti mereka. Pemberian terbaik mereka adalah do’a yang disisipkn harapan agar menjadi apa saya kelak. Semoga Semesta akan mengirim do’a dan kebaikan kepada pengirim do’a.
Untuk menjadi perempuan yang semakin baik.
Untuk menjadi anak yang berproses untuk bergelar “shalihat”.
Untuk menjadi manusia yang sebermanfaat mungkin.
Untuk menjadi pembelajar yang haus ilmu,
Dan sejatinya menjadi hamba yang taat kepada pencipta-Nya.
Terimakasih dan semoga Allah memberkahi kita semua. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari lahirku, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali”. (QS. Maryam: 33)

Semoga Allah mengizinkan pintalan do’a sampai kepada kita dengan cara yang baik dan kita pun bersyukur mendapatkannya.

Palembang, 08 November 2016
Didalam kamar dengan omandel yang lagi kambuh dan tiupan angin rindu yang dihembuskan
Jejak Mimpi

Minggu, 06 November 2016

Coba keluar, lihatlah langit. Ada kerlipan-kerlipan yang benderang, itu namanya bintang. Coba dengarkan, ada suara krik-krik menirai pendengaran, itu namanya jangkrik. Dan coba rasakan, ada seseorang yang menunggu setiap malam untuk mematikan lampunya.

ah sudahlah lebih baik ngomong sama penyu:
nyuuu, coba lihat keluar jendela. Tak ada rintikan air yang turun. Padahal aku menantikan kehadirannya nyu, pasti kamu juga kan nyu. Inget ga perjalanan kita?setiap hujan kau dan aku selalu mengadahkan tangan bersama dan menikmatinya. Lalu kita selalu menunggu hadirnya sang pelangi kan nyu? Aku benar-brnar merindukan moment itu nyuu.
Nyuuu, tapi di dalam sini (nunjuk hati) lagi hujan deres nyu. Kau bisa melihat atau merasakannya? Ah kamu nyu setiap diajak ngomong gak pernah ngomong senyuuum aja terus. Nyuuu... mungkin gak ya setelah hujan deresnya berhenti ada pelangi setelahnya?
Hmm tapi bagaimana mungkin hadir lagi pelangi di hati yang basah ini? Sedangkan dia, sang mentari pergi dibayangi awan kelabu penutup mimpi. Ku mohon kembalilah, buat mataku berwarna lagi.

Di dalam kamar dengan dinginnya malam yang diselimuti hujan.
Jejak Mimpi