Sadarkah jika PPL itu ibarat takdir kita hidup di dunia? Tak pernah minta dilahirkan di tempat yang tropis atau bersalju? Tak pernah juga meminta tuk hadir di keluarga yang sederhana atau penuh perhatian. Semuanya kita terima dengan penuh keikhlasan saat masih di rahim.
Sama. Sama juga halnya dengan PPL. Kita berharap dapat di tempat yang dekat, nyaman, beAC, orang-orang yang bisa dikondisikan, bahkan lingkungan yang bersih nan indah. Atau kita juga pernah membayangkan akan dapat dengan teman yang satu fiqroh atau satu pemahaman.
Tapi, terkadang kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Tapi, yakinlah kenyataan akan sesuai dengan yang dibutuhkan. Kita shock dapat tempat yang mungkin tak pernah terbayangkan dibenak kita. Ketika nyatanya tempat itu jauh untuk dijangkau, lingkungan yang penuh dengan orang gangguan dengan latarbelkang yang unik, bau, tak terurus, tak ada aturan, dan akrab dengan terik mentari selama 1 bulan ini. Tapi bukankah itu hanya satu sisi saja kawan? Masih ada sisi lainnya yang bisa kita lihat. Layaknya sebuh foto yang bisa diambil dari berbagai angel.
Bukankah kita mempunyai hambatan yang berbeda? Nikmat yang berbeda? Dan tentunya, cerita yang berbeda yang akan ditarik hikmahnya. Kawan, semuanya kembali kepada kita. Sikap kita untuk menghadapi nikmat dan tantangan itu. Bukankah nimat dan tantangan itu sejatinya adalah ujian? Hasilnya akan terlihat pasca PPL. Dengan bersama mereka kita lebih banyak belajar arti syukur, bersabar, dan menebarkan manfaat tuk mengaplikasikan teori yang telah kita pelajari di bangku perkuliahan.
Sama. Sama seperti kehidupan kita. Hasil dari sikap kita melihat ujian dan tantangan itu setelah kita dipanggil ilahi.
Sederhananya seperti ini. Pernahkah kita memperhatikan cara hidup lebah dan lalat?
Di lapangan yang ditumbuhi tanaman bunga, lalat tetap mencari sampah, ealaupun hanya setumpukan kecil. Ataudi tengan gunungan sampah, lebah tak akan hinggap disana, dia mencari bunga, walaupun hanya setangkai. Kenapa demikian? Ya, karena lalat senantiasa melihat sisi buruk dari sekian banyak nikmat dan hikmah kebaikan yang ada. Bagaimana dengan lebah? Dia tetap melihat kebaikan walaupun secara zhohir hanya ada keburukan dan permasalahan yang tampak.
Begitulah kehidupan PPL ini. Sebagai manusia yang penuh kelemahan, iman kita terkadang turun, naik, turun, naik. Bagaimana menstabilkannya, ya salah satunya berkumpul dengan orang sholeh seperti kalian temen2 PPL PRPGOT. Dan aku bahagia ^^
Pesan dari bapak superku yang telah memperjuangkan PPL berbasis prodi ini balikpergi dinas sosial terus demi PPL tahun ini, bapak inspirasiku, sekaligus pembimbing1 skripsiku : Semoga PPL ini dapat mengejutkan & membangkitkan gairah teman2 mahasiswa u/lebih meningkatkan kualitas ilmu, iman & amalnya, serta memperbaiki kualitas kepribadian kita semua. Amin.. PPL ini bukan akhir, tapi awal bagi teman2 u/dapat berbuat & berkarya lebih baik lagi bagi kehidupan ini dg tanpa meninggalkan sandaran sejati kita, yakni Allah swt. (Alhamdu, M.Ed, Psy.)
Jumat, 26 Agustus 2016
Rabu, 24 Agustus 2016
Dear jejak melodi mimpi..
Pas hampir satu bulan aku mulai jatuh cinta. Berawal dari rasa kata simpatik. Terkadang hujan turun setiap detik ketika aku menemuinya, bersamanya, dan melakukan aktivitas seharian dengannya. J2M ( baca: jejak melodi mimpi) aku memang sungguh suka hujan. Apalagi nanti menikmati hujan berdua dengannya. ngomong2 semesta rindu sama hujan. Hujan lagi ngapain ya?masih sibuk? Ah tak penting khawatir dengan masa depan yang telah allah janjikan. Terpenting kan sekarang terus perbaiki tahsin (bacaan) untuk sang buah hati kelak. Karena anak adalah ladang pahala buat kita. Perempumaan nih kita punya ladang sawah, tapi malah bukan kita yang mengurusinya. Kan sayang, udah milik kita, dikasih sama kita, eh malah orang lain yang ngurusinnya termasuk keluarga kita kalo bisa jangan ya.. karena kita tidak tau akan berbuah manis atau malah rusak nantinya, itu ladang pahala kita lohh..kita harus sangat menjaganya. (Yeuh, kenapa jadi sampe sini pembahasannya, maaf jejak nya lagi baper gara2 bahasan liqo'nya lagi hangat2 tentang ta'aruf ditambah lagi deket sama temen2 yang nikah muda disini deehh bapeer terus kalo deket mereka, dan denger cerita edukasi dari mereka)
Hujan kali ini berbeda dari biasanya, ia bisa turun di setiap detiknya, disetiap moment bahagia, sedih, marah, dan yang lainnya. Siapapun yang masih mempunyai hati nurani, ketika bertemu dengannya juga akan berjumpa dengan hujan. Tapi entahlah aku tak kan bisa menjanjikan ada pelangi setelah hujan itu. Tapi barangkali akan ada nanti setelah semua di permukaan bumi ini musnah. Mungkin...
Bersambung dulu ya, sudah sangat letih.. mau tidur. Nanti kalo lagi mood lagi baru disambungin ceritanya. Yang penting hari ini jangan lupa tuk bersyukur ya, selamat malam. Dan semangat senyum bahagia juga buat a'ry ^^
Plg, 24 agustus 16
J.M
Pas hampir satu bulan aku mulai jatuh cinta. Berawal dari rasa kata simpatik. Terkadang hujan turun setiap detik ketika aku menemuinya, bersamanya, dan melakukan aktivitas seharian dengannya. J2M ( baca: jejak melodi mimpi) aku memang sungguh suka hujan. Apalagi nanti menikmati hujan berdua dengannya. ngomong2 semesta rindu sama hujan. Hujan lagi ngapain ya?masih sibuk? Ah tak penting khawatir dengan masa depan yang telah allah janjikan. Terpenting kan sekarang terus perbaiki tahsin (bacaan) untuk sang buah hati kelak. Karena anak adalah ladang pahala buat kita. Perempumaan nih kita punya ladang sawah, tapi malah bukan kita yang mengurusinya. Kan sayang, udah milik kita, dikasih sama kita, eh malah orang lain yang ngurusinnya termasuk keluarga kita kalo bisa jangan ya.. karena kita tidak tau akan berbuah manis atau malah rusak nantinya, itu ladang pahala kita lohh..kita harus sangat menjaganya. (Yeuh, kenapa jadi sampe sini pembahasannya, maaf jejak nya lagi baper gara2 bahasan liqo'nya lagi hangat2 tentang ta'aruf ditambah lagi deket sama temen2 yang nikah muda disini deehh bapeer terus kalo deket mereka, dan denger cerita edukasi dari mereka)
Kita lanjutin yaa... aahh tapi masih kepikiran sama hujan. Ntahlah belakangan ini suka khawatir, Ada pertanyaan dariku untukmu. Mungkin tidak perlu kau jawab jika saat ini kau sedang sibuk. Mengapa kini kita (terasa) sangat jauh? terkadang melihatnya lagi online lama tapi malah belum bales pesannya. Lalu mikir 'apa yang dia lakukan ya ko on nya lama bener?dan ternyata masih belum dibales' Aah dasar. Pasti karena sesuatu bernama sibuk hingga kita saat ini terasa jauh. Aku memaklumi kesibukanmu. Kuharap kamu juga. semoga sibukmu dan sibukku menjadi sesuatu yang berbuah manis, barangkali selepas sibuk yang berkepanjangan akan Ada pertemuan yang memutus rantai rindu ini. Aku seringkali menunggumu.
Lalu, Bagaimana denganmu? Maafkan aku yang terlalu melankolis ini. (Curhat, abaikan. Mungkin saja dia akan segera baca postingan ini yang malah ceritanya kemana-mana, tapi tetap bukan ini yang jadi bahan fokus yang mau dishare tapi bisa sambilan kan hahahaa)Hujan kali ini berbeda dari biasanya, ia bisa turun di setiap detiknya, disetiap moment bahagia, sedih, marah, dan yang lainnya. Siapapun yang masih mempunyai hati nurani, ketika bertemu dengannya juga akan berjumpa dengan hujan. Tapi entahlah aku tak kan bisa menjanjikan ada pelangi setelah hujan itu. Tapi barangkali akan ada nanti setelah semua di permukaan bumi ini musnah. Mungkin...
Bersambung dulu ya, sudah sangat letih.. mau tidur. Nanti kalo lagi mood lagi baru disambungin ceritanya. Yang penting hari ini jangan lupa tuk bersyukur ya, selamat malam. Dan semangat senyum bahagia juga buat a'ry ^^
Plg, 24 agustus 16
J.M
Langganan:
Komentar (Atom)



