Senin, 13 Juni 2016

Menikmati angin sepoy-sepoy di beranda kamar inapku, ku dapati kakek2 yang lagi duduk2 di beranda kamar inap sebelah. Dia menyampiri ku, dan terjadilah obrolan kecil bersamanya.
"Sakit apa nak?"
"Ini kek kurang bisa jaga kesehatan kek". Dia tersenyum, terlihat begitu tegar. "Kakek sendiri nak, lagi nunggu nenek. Ohiya kakek sampe lupa mau buang pempes ini.maaf ya nak"

Sekali-kali sering ku intip kedua sumai-istri ini, kudapati kakek sedang mengurut nenek. Begitu mengharukan melihat kemesrahan sepasang kekasih ini. Entah kemana anaknya. Tak pernah kulihat mereka tuk menunggu kedua orang tuanya ini.

Tepat pagi ini, innalillahi wa innailahi roji'un. Panggilan lembut Allah untuk sang nenek. Ya ayyuhan nafsul muthmainnah. Irji'ila rabbika radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan hati puas dan diridhoi-Nya)

Karena pada akhirnya bukan bagaimana kita hidup, tapi tentang bagaimana kita kembali kepada-Nya.

Kerinduan..
Dengan sebaik-baik perjumpaan denganNya..
Sebaik-baik tempat kembali.

Selamat jalan nek, kami pasti akan menyusulmu nek

Plg, 13 Juni 16
Jejak Mimpi

0 komentar:

Posting Komentar