Siang luruh. Suara adzan menggenapkan usia matahari yang harus tenggelam untuk beberapa jam lagi. Aku melirik ke pojok kanan dinding kamarku. Pukul 03.33, kota ini memang lebih cepat jadwal shalatnya dibandingkan dengan kota kelahiranku.
Aku menghembuskan nafas pelan. Melirik akun line punyaku.
Penasaran pikirku..
Beberapa hari yang lalu belum sempat kuperiksa sebuah postingan yang tertuju padaku
Dari teman dekatku, nopita
Mataku mulai berkaca-kaca membaca dan mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu
Bukan hal itu saja, pun tentang semua anak jalanan yang kita temui
Saat itu, saat mencari klien untuk tugas mata kuliah X
Mataku tak mau berkedip, terfokus dan tertuju dengan segerombolan anak jalanan yang menakutkan
Jelas saja, ini waktu pertamaku untuk mengakrabkan diri dengan mereka
Kulihat, kuamati, kutulis setiap gerak-geriknya
Setengah jam...
Ya ini sudah waktu yang tepat buatku mendekati nya
Beberapa jam yang lalu, setelah usai membuat sebuah obrolan dan hikmah yang dipetik dari mereka.
Ironis memang, mendengar cerita bahkan prilaku liarnya
Namun, tetap selalu ada pelajaran yang selalu menjadi ibroh
Mungkin tak bnyak yg memiliki sifat sosial yg tinggi seperti mereka.
Biasanya jika ngamen tak memperoleh receh, mereka kerap membeli sebungkus nasi untuk dimakan bersama, sembari berbagi kebaikan kecil dengan membantu nenek2 menyebrang jalan
Bukan sesuatu yg besar memang hanya saja untuk hal seperti itu tak bnyak yg tergerak untuk bertindak, lihat saja mereka yg sdg duduk2 di halte sma sekali tak memperdulikan hal itu.
Sayang nya banyak diantara kita yg bersikap sangat individualis, menarik dari tindakan2 sosial, acuh dan tak mau perduli terhadap lingkungan sekitar.
Dan Coba lihat para pemuda ini, mereka tidak membiarkan jiwa sosial nya terkikis oleh bisingnya kendaraan atau barangkali karna mereka telah bnyak belajar arti kehidupan dari debu-debu jalanan. Sungguh mulia sekali hatimu nak.
Palembang, 20 Juni 16
Jejak Mimpi
#langitkebaikan
@langitlangit.yk





0 komentar:
Posting Komentar