Pas hampir satu bulan aku mulai jatuh cinta. Berawal dari rasa kata simpatik. Terkadang hujan turun setiap detik ketika aku menemuinya, bersamanya, dan melakukan aktivitas seharian dengannya. J2M ( baca: jejak melodi mimpi) aku memang sungguh suka hujan. Apalagi nanti menikmati hujan berdua dengannya. ngomong2 semesta rindu sama hujan. Hujan lagi ngapain ya?masih sibuk? Ah tak penting khawatir dengan masa depan yang telah allah janjikan. Terpenting kan sekarang terus perbaiki tahsin (bacaan) untuk sang buah hati kelak. Karena anak adalah ladang pahala buat kita. Perempumaan nih kita punya ladang sawah, tapi malah bukan kita yang mengurusinya. Kan sayang, udah milik kita, dikasih sama kita, eh malah orang lain yang ngurusinnya termasuk keluarga kita kalo bisa jangan ya.. karena kita tidak tau akan berbuah manis atau malah rusak nantinya, itu ladang pahala kita lohh..kita harus sangat menjaganya. (Yeuh, kenapa jadi sampe sini pembahasannya, maaf jejak nya lagi baper gara2 bahasan liqo'nya lagi hangat2 tentang ta'aruf ditambah lagi deket sama temen2 yang nikah muda disini deehh bapeer terus kalo deket mereka, dan denger cerita edukasi dari mereka)
Kita lanjutin yaa... aahh tapi masih kepikiran sama hujan. Ntahlah belakangan ini suka khawatir, Ada pertanyaan dariku untukmu. Mungkin tidak perlu kau jawab jika saat ini kau sedang sibuk. Mengapa kini kita (terasa) sangat jauh? terkadang melihatnya lagi online lama tapi malah belum bales pesannya. Lalu mikir 'apa yang dia lakukan ya ko on nya lama bener?dan ternyata masih belum dibales' Aah dasar. Pasti karena sesuatu bernama sibuk hingga kita saat ini terasa jauh. Aku memaklumi kesibukanmu. Kuharap kamu juga. semoga sibukmu dan sibukku menjadi sesuatu yang berbuah manis, barangkali selepas sibuk yang berkepanjangan akan Ada pertemuan yang memutus rantai rindu ini. Aku seringkali menunggumu.
Lalu, Bagaimana denganmu? Maafkan aku yang terlalu melankolis ini. (Curhat, abaikan. Mungkin saja dia akan segera baca postingan ini yang malah ceritanya kemana-mana, tapi tetap bukan ini yang jadi bahan fokus yang mau dishare tapi bisa sambilan kan hahahaa)Hujan kali ini berbeda dari biasanya, ia bisa turun di setiap detiknya, disetiap moment bahagia, sedih, marah, dan yang lainnya. Siapapun yang masih mempunyai hati nurani, ketika bertemu dengannya juga akan berjumpa dengan hujan. Tapi entahlah aku tak kan bisa menjanjikan ada pelangi setelah hujan itu. Tapi barangkali akan ada nanti setelah semua di permukaan bumi ini musnah. Mungkin...
Bersambung dulu ya, sudah sangat letih.. mau tidur. Nanti kalo lagi mood lagi baru disambungin ceritanya. Yang penting hari ini jangan lupa tuk bersyukur ya, selamat malam. Dan semangat senyum bahagia juga buat a'ry ^^
Plg, 24 agustus 16
J.M




0 komentar:
Posting Komentar