Jumat, 26 Agustus 2016

Sadarkah jika PPL itu ibarat takdir kita hidup di dunia? Tak pernah minta dilahirkan di tempat yang tropis atau bersalju? Tak pernah juga meminta tuk hadir di keluarga yang sederhana atau penuh perhatian. Semuanya kita terima dengan penuh keikhlasan saat masih di rahim.
Sama. Sama juga halnya dengan PPL. Kita berharap dapat di tempat yang dekat, nyaman, beAC, orang-orang yang bisa dikondisikan, bahkan lingkungan yang bersih nan indah. Atau kita juga pernah membayangkan akan dapat dengan teman yang satu fiqroh atau satu pemahaman.
Tapi, terkadang kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Tapi, yakinlah kenyataan akan sesuai dengan yang dibutuhkan. Kita shock dapat tempat yang mungkin tak pernah terbayangkan dibenak kita. Ketika nyatanya tempat itu jauh untuk dijangkau, lingkungan yang penuh dengan orang gangguan dengan latarbelkang yang unik, bau, tak terurus, tak ada aturan, dan akrab dengan terik mentari selama 1 bulan ini. Tapi bukankah itu hanya satu sisi saja kawan? Masih ada sisi lainnya yang bisa kita lihat. Layaknya sebuh foto yang bisa diambil dari berbagai angel.
Bukankah kita mempunyai hambatan yang berbeda? Nikmat yang berbeda? Dan tentunya, cerita yang berbeda yang akan ditarik hikmahnya. Kawan, semuanya kembali kepada kita. Sikap kita untuk menghadapi nikmat dan tantangan itu. Bukankah nimat dan tantangan itu sejatinya adalah ujian? Hasilnya akan terlihat pasca PPL. Dengan bersama mereka kita lebih banyak belajar arti syukur, bersabar, dan menebarkan manfaat tuk mengaplikasikan teori yang telah kita pelajari di bangku perkuliahan.

Sama. Sama seperti kehidupan kita. Hasil dari sikap kita melihat ujian dan tantangan itu setelah kita dipanggil ilahi.
Sederhananya seperti ini. Pernahkah kita memperhatikan cara hidup lebah dan lalat?
Di lapangan yang ditumbuhi tanaman bunga, lalat tetap mencari sampah, ealaupun hanya setumpukan kecil. Ataudi tengan gunungan sampah, lebah tak akan hinggap disana, dia mencari bunga, walaupun hanya setangkai. Kenapa demikian? Ya, karena lalat senantiasa melihat sisi buruk dari sekian banyak nikmat dan hikmah kebaikan yang ada. Bagaimana dengan lebah? Dia tetap melihat kebaikan walaupun secara zhohir hanya ada keburukan dan permasalahan yang tampak.
Begitulah kehidupan PPL ini. Sebagai manusia yang penuh kelemahan, iman kita terkadang turun, naik, turun, naik. Bagaimana menstabilkannya, ya salah satunya berkumpul dengan orang sholeh seperti kalian temen2 PPL PRPGOT. Dan aku bahagia ^^

Pesan dari bapak superku yang telah memperjuangkan PPL berbasis prodi ini balikpergi dinas sosial terus demi PPL tahun ini, bapak inspirasiku, sekaligus pembimbing1 skripsiku : Semoga PPL ini dapat mengejutkan & membangkitkan gairah teman2 mahasiswa u/lebih meningkatkan kualitas ilmu, iman & amalnya, serta memperbaiki kualitas kepribadian kita semua. Amin.. PPL ini bukan akhir, tapi awal bagi teman2 u/dapat berbuat & berkarya lebih baik lagi bagi kehidupan ini dg tanpa meninggalkan sandaran sejati kita, yakni Allah swt. (Alhamdu, M.Ed, Psy.)

0 komentar:

Posting Komentar