Perempuan sebagai pendamping yang baik adalah seperti cahaya. Dimanapun keberadaannya ia selalu ada, ia mampu menepi ketika terangnya terlalu menyilaukan atau seketika dibutuhkan ketika sedang berada dalam gelap.
Dan siapapun kamu nanti, sebagai pendampingmu, aku akan tetap bersinar didekatmu, memperhatikan dengan baik kadar cayahaku, menjaga dengan baik agar kamu mampu melihat jalan dalam gelap, tidur dengan cahaya yang nyaman atau mampu membaca meski malam telah larut.
Bersamamu, aku ingin menjadi cahaya dan untuk menjadi cahaya itu, aku memerlukan banyak waktu untuk bersiap. Aku perlu mempelajari banyak hal untuk memperhatikanmu dan anak kita nanti. Aku perlu memahami peranku dan belajar mengerti peranmu. Aku membutuhkan banyak waktu untuk memahami apa yang nanti disebut "kita" agar dapat terwujud "kita" yang saling memahami.
Pun sama dengan apa yang kamu lakukan saat ini. Ayo kita menyepakati, bahwa kita tidak akan membuang waktu kita dengan percuma.
Baik-baiklh disana. Aku dan kamu jangan selalu memikirkan "kita" hingga melupakan peran dalam keluarga dan orang-orang disekitar kita. Kata mereka, jangan selalu mengumbar rindu walaupun hanya dalam tulisan yang telah dibuat, sebab rindu tidak lagi manis ketika sudah terlalu banyak ditaburkan.
Simpan senyuman, dukungan, kepedulian dan keramahanmu kepada perempuan selain keluargamu, agar tidak banyak perempuan yang salah menerjemahkan kebaikanmu. Aku pun sama, melakukan hal yang sama, tapi saat ini aku bukan melakukannya karenamu, maaf, karena Allah masih dan selamanya menjadi prioritasku dalam urusan menjaga hati dan diri.
Sampai bertemu, kamu yang nantinya memiliki cahayaku :)
Jejak Mimpi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar