Rabu, 14 September 2016

Allah...
Fitrah ini menghampiriku kembali.
Perasaan ini, Terasa tak asing lagi bagiku.
Sederhananya, aku merasakan hal itu
Entah mengapa.

Terasa begitu tentram.
Terasa begitu teduh.
Hingga sulit rasanya untuk mengucapkan.
Bahwa aku sudah mengagumi Nya.
Aku jatuh cinta dengan keimananNya.
Aku jatuh cinta dengan ketaqwaanNya.
Aku jatuh cinta dengan cara berpikirNya.

Kebahagiaan tersendiri untukku.
Nama Nya tak henti-hentinya kusebut dalam do'aku.
Nama Nya selalu kubisikan dalam untaian harapku.
Nama Nya selalu kuagungkan atas karena Mu rabb dalam setiap sujudku.

Berharap sang Maha Cinta akan menyatukan kita dalam kebesaran Kuasa-Nya.
Dalam penantianku, kucurahkan segala harapku.
Kepada Sang Pemilik Hati yang memiliki hati Nya.
Anggap saja hal itu sebagai bukti bahwa, aku telah memilih Nya.

Namun.
Jika memang suatu saat nanti ia tidak bersamaku.
Tak apa.
Setidaknya aku pernah belajar arti sebuah penantian demi sebuah nama, Nama yang Allah Rahasiakan.
Setidaknya aku pernah merasakan manisnya berdoa dan berikhtiar untuk sebuah nama, Nama yang telah Allah Tuliskan.
Aku memang tidak tau sekenario Allah, tapi aku selalu yakin, Sekenario Allah itu selalu Baik.
Akankah menuai manisnya kebahagiaan.
Ataukah menumbuhkan pedihnya kehilangan.

Memang...
Aku tak tau apa yang akan terjadi, jika harapku bukan harapnya
Jika dia 'nanti' tak bersamaku
Apakah aku akan langsung kembali menjalani hidup atau...
Ah entahlah, apa yang sedang kini aku pikirkan?
Bukankah luka akan segera sembuh?
Bukankah yang pergi seharusnya diikhlaskan?

Hingga akhirnya takdir yang akan menuntun untuk belajar mengikhlaskan dari sebuah Harapan.
Karena Bagiku, Berharap dengan Cukup yang Satu, yaitu Engkau Allah..

Llg, 14 sept 16
Dalam perjuangan rindu yang belakangan ingin kuhapuskan. Dan aku tak mampu

0 komentar:

Posting Komentar