Sabtu, 12 November 2016

saat kemampuan verbal mendominasi

Aku hampir saja lupa bahwa kamu itu adalah milikNya.
Aku hampir saja lupa bahwa allah yang mengatur dengan siapa kita berjodoh
Tapi dalam setiap doaku, aku selalu menyebut namamu. Doa itu masih khusus ntah jika nanti doa itu akan menjadi umum. Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu atau sedikit memaksa Allah agar membuat kita bersatu

Jika nanti Allah tidak mengizinkan dan jika nanti waktu tidak lagi mempertemukan kita,
Terimakasih telah membuat warna dan telah singgah didalam duniaku. Kini matahariku telah pergi, duniaku terasa amat kelam. Tapi tak masalah, setidaknya aku pernah memperjuangkan satu nama dalam doaku. Setidaknya aku banyak belajar darinya. Dan yang terpenting aku kagum dan bangga dengan keputusannya ketika aku memberikan pilihan melepaskan atau tidak. Aku bangga terhadapmu.

Plg, 01. 52 AM
Di dalam kamar masih edisi belum bisa tidur, tapi sudah sedikit lega

0 komentar:

Posting Komentar