Mata, jika kau ingin menangis, menangislah...
Aku tau kau lagi menginginkannya. Tak mengapa, karena kau jg butuh untuk itu. Jangan terus2 ditekan, tak baik buat hatimu. Maka menangislah...
Tapi jika inginmu sudah terlaksanakan, kembalilah seperti semula lagi. Tak peduli harus memakan waktu sampai kapan kau dalam setiap saat ingin menangis. Tak mengapa.. kau membutuhkan itu. Aku tau..aku paham..
Tapi jika semua urusan ini telah selesai jgn biarkan hatimu terbuka sedikitpun untuk yang lain, tak ingin seperti ini lagi kan?
Tapi, bukankah itu fitrah?
Iya itu fitrah disaat dtang waktu yg tepat. Liat sperti sekarang, itu hanya sekedar ujian bukan? Kau menghabiskan waktumu dengan orang yang belum pasti. Lalu apa nanti perasaan pasanganmu nanti, ketika kau seperti ini? Tak mampu menjaga disaat kau lagi sedang sendiri. Menjagalah untuk yang terjaga..
Tapi, kemarin aku benar2 yakin bahwa dialah pendamping aku kelak. Tapi keyakinan itu ingin mendapatkan kepastian dan jaminan. Akhirnya semuanya goyah. Dan benar katamu, ini hanyalah ujian.
Sudahlah, kau sebenarnya sudah sangat tau itu salah. Tapi kau masih melakukannya. Aktivitas mu itu yang tidak benar bukan melainkan statusnya. Sekarang kau sudah tau kesalahan, sudah tau harus berbuat apa. Jadikan itu pelajaran dan pengalaman. Jadikan ini tempaan buat dirimu untuk semakin kuat, tegar, dan semakin istiqomah. Allah pasti menyiapkan seseorang yang terbaik buat kamu, dipertemukan disaat waktu yang tepat.
Tapi akan sangat sulit untuk menghilangkan rasa yang ada ini?
Tak mengapa, tak usah untuk berusaha menghilangkan. Biarkan waktu yang akan membuktikan. Tetap jaga rasa itu agar tetep suci, dan semakin bertambahnya tahun apakah rasa itu semakin berkurang atau semakin bertambah dan diberikan keyakinan. Tak usah merubah sesuatu secara langsung. Hadapi proses, nikmati prosesnya. Aku tau itu akan sulit, tapi tetap nikmati saja. Ketika dia sudah tidak ada, tak ada tempat buat dirimu bercerita dan minta pendapat, berbagilah dengan seseorang yang benar kau percayai. Jangan semua dipendam, itu akan berdampak tidak baik bagi dirimu.
Terimakasih, kau sungguh bijak duhai diri. Maafkan hati ini masih lemah. Jika urusan hati ini adalah ujian terbesarku. Tapi tetap saja aku tidak bisa buat nangis, tapi aku menginginkan itu.
Berdoalah seperti mengayu sepeda berulang2 kali, untuk tetap dikashi-Nya, dikuatkan-Nya disaat kecewa membuncah, ditutupi lubang2 luka dihati dengan cara-Nya yang bijak. Tetaplah berdoa seperti itu. Emang ini sulit, tetaplah selalu kuatkan diri. aku yakin kamu pasti bisa. Aku yakin...lalu tak ada alasan bagi dirimu tidak yakin. Karena aku yakin.
Plg, 00. 58
Jejak Mimpi
Sabtu, 12 November 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar