Seberapa penting artinya perayaan ulang tahun bagimu?
Bagiku, tak begitu istimewa, cukup dengan orang-orang yang aku
sayang mengingat, mengucapkan, dan berdoa untuk ku.
Ya, setidaknya begitu aku dididik sejak kecil.
Bahkan aku tak ambil pusing dengan hari lahirku. Bagiku, cukup
mengingat bahwa kesempatan hidupku berkurang.
Dari tanggal 30 Oktober sampai kemarin 08 November aku dihujani
tetes-tetes nikmat-Nya melalui orang-orang yang aku sayang bahkan mereka yang
tampak biasa dimataku. Menginjak usia 21 kemarin, ada berbagai hadiah yang
kudapat. Bukan boneka imut, apalagi barang mewah. Tapi ini tak dapat dihargai
dengan uang. Mendapat kejutan itu biasa sekali, kan? Bagian terharunya, ayah,
ibu, dan adik-adik dibanjiri kesibukan, hingga waktu membuatku menunggu mereka.
Sempat aku berpikir mereka lupa, sedih dan kecewa bukan main saat itu. Namun,
aku salah. Aku mendapat kejutan melalui adik yang mereka bekerjasama untuk
membuat aku bahagia hari itu. Jangan protes kalau ini biasa saja ! Sudah
kukatakan ini menurutku.
Dari kejauhan sana ada yang mencoba membuat buket bunga dan
mengirimkan bingkai foto yang berisikan pose-pose klasik kami. Bukan buket
bunganya atau bingkai fotonya yang membuat hatiku luluh, tetapi usahanya untuk
membuat dan mempersiapkan dalam kesibukannya. Dan ini, sesuatu yang aku
inginkan belakangan ini, Bunga. Begitu bahagia bukan main, ketika aku
menerimanya apalagi ini handmade. Jika tak terharu, jangan protes ! ini
ceritaku.
Mereka yang tampak biasa dimataku, mempersiapkan suprise berupa
kue dan balon-balon yang teramat cantik menirai dinding. Ketika aku ingin
meniup lilinnya, teringat kata ayah “Jangan meniru perayaan kaum agama lain,
kita ini Islam” langsung aku cabut lilinnya, ya lilin cuma dijadikan simbol
saat itu. maafkan aku teman, begitulah aku ditanamkan sejak kecil. Dan kejutan
ini, aku gak pernah mengira sebelumnya. Ternyata ada yang begitu perhatian dan peduli denganku, padahal aku pun
tak pernah memberikan informasi hari lahirku di SOSMED, entahlah mereka tau
dari mana, yang pasti ini lagi-lagi
membuat aku terharu. Jangan protes, kalau tidak terharu lagi. Ini menurutku!
Di Sabtu dan minggu manis, 3 temen dekat pria ku itu lagi dan lagi membuat aku begitu terharu. Diajak nonton dibayarin, diajak ke BKB, makan, dan naik odong-odong mobil dibayarin, makan di restoran di bayarin. Kompak banget ya kalian gantian-gantian ngebayarinnya?
“Ini sebenernya siapa yang ulang tahun sih? Ko malah kalian yang
begitu banyak mengeluarkan duit, yang membuat rencana kesana-kemari demi
membuat aku bahagia. Tolong terima duit ini aku mau bayar sendiri soalnya
mahal.” Lalu salah satunya menjawab “Biarkan, yang ulang tahun yang seharusnya
di bayarin dan dibuat bahagia, sudah seharusnya budaya yang ulang tahun yang
neraktir dihilangkan, ini kado dari kita rul” masyaAllah kado yang tak
terlihat, namun berbekas. Terimakasih telah membuat aku terharu dengan apa-apa
yang kalian lakukan, maaf kalau ini lagi-lagi tidak membuat terharu. Ini menurutku
ya!
Lalu, aku dibanjirin pesan-pesan berisi ucapan, foto-foto handmade
ucapan dan do’a-do’a dari mereka, bagian terharunya ko bisa ya inget hari ulang
tahunku padahal udah gak tercantum infonya di SOSMED? Begitu berharganya ya aku
dimata kalian. Aku sangat bersyukur dikelilingi orang-orang yang begitu
menyayangiku, maafkan kalau terkadang aku tak peduli bahkan gak peka ternyata
ada kalian juga yang menyayangi aku.
Kemarin, pas selesai pulang kuliah dan mau ke perpustakaan ada yang
bilang “rul kata ibu kos ada paket” terus aku mikir siapa ya ngirim paket,
perasaan aku gak ada mesen apa-apa deh. Dan ternyata... aaaahhh aku begitu
sangat terharu, padahal ia dekat teramat dekat malah, kenapa gak ngasih
langsung?kenapa harus dipaketin?kan sayang ya ongkosnya hehe. Ini mungkin juga
sebagian kejutan kecilnya untukku. Bagian terharunya, lagi-lagi aku dapat handmade,
dan ada salam sahabat pesan yang ditulisnya itu. aku gak nyangka, karena
semester kemarin pernah nanya:
“sahabat kamu selama ini siapa aja pi?”
“dulu, aku memiliki sahabat, tapi ia mengecewakanku rul. Jadi sampai
sekarang aku belum menemukan sahabat yang benar-benaran sahabat, yang mengerti
kekurangan aku, yang menerima, dan mendukung aku rul”
“kuliah pun belum ngerasa ada sahabat pi?”
“untuk sejauh ini belum rul, teramat susah aku menjadikan seseorang
itu menjadi sahabat aku rul”
Terimakasih nopita, seseorang yang begitu introvert yang
suka diam-diam nulis untuk ku. Aku begitu merasa beruntung sekali telah
dipertemukan dan didekatkan, maafkan aku kalau aku masih belum menganggapmu
sahabat. Karena aku bisa menjadi diri aku sendiri ketika bersama mereka, amel,
linda, dan melodiku. Aku ngerasa mereka yang paham betul dengan kepribadian
aku. Maaf lagi-lagi aku begitu tak peka. Jika ini tak juga mmbuat terharu
biarkan, Jangan Protes! Ini kisahku !
Ini bagian romantisnya, ada yang diam-diam mendo’akan ku disaat
hujan di kota hujan. Apa do’anya? Aku tak tahu, kan sudah ku katakan “diam-diam”.
Setidaknya aku yakin do’a yang telah ia tiupkan kelangit, kini sedang bertarung
diatas sana, entah ia akan membumi atau tidak. Di kejauhan sana, di kondisi
yang tidak mumungkinkan sebenarnya, ada yang menelpon dan mengirimkan pesan
pengingat hari ulang tahunku. Bagian terharunya, dia memberikan sesuatu yang
sangat berharga, yaitu waktunya. Di kondisi yang tak sehat, ia masih berjuang
untuk membuat aku bahagia dengan membuat obrolan-obrolan kecil di telepon. “Terimakasih
Melodiku itu sangat bearti buat aku”. Ini
romantis dalam sudut pandangku, jadi jangan protes !
21 itu tidak lagi muda dan dikatakan tua pun belum. Siapa yang
ingin berman-main dengan usia? Jika saja tahu bahwa hidup adalah perkara yang
sulit di duga kira, tentu saja semuanya akan benar-benar memanfaatkan usia
sebaik mungkin. Bicara tentang usia, ternyata usia yang paling baru ini
menghantarkan saya pada sebuah pemahaman bahwa hidup tidak lagi untuk
bermain-main. Saya ingin fokus dan serius melewati sisa usia. Masih banyak
kebermanfaatan diri ini yang dipertanyakan. Masih banyak mimpi yang belum jua
mampu diselesaikan. Judul-judul buku masih bertumpuk untuk dibaca. Sejuta pemahaman
tentang apapun masih setia menunggu untuk dipikirkan. Juga kalimat Cinta dan
pesan tersurat dari Semesta yang menanti untuk dilafalkan dan diaplikasikan.
Terimakasih banyak untuk semua yang mengingat hari lahir saya yang
jauh dari kata pantas untuk diingat oleh orang-orang yang berharga seperti
mereka. Pemberian terbaik mereka adalah do’a yang disisipkn harapan agar
menjadi apa saya kelak. Semoga Semesta akan mengirim do’a dan kebaikan kepada
pengirim do’a.
Untuk menjadi perempuan yang semakin baik.
Untuk menjadi anak yang berproses untuk bergelar “shalihat”.
Untuk menjadi manusia yang sebermanfaat mungkin.
Untuk menjadi pembelajar yang haus ilmu,
Dan sejatinya menjadi hamba yang taat kepada pencipta-Nya.
Terimakasih dan semoga Allah memberkahi kita semua. “Dan
kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari lahirku, pada hari aku
meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali”. (QS. Maryam: 33)
Semoga Allah mengizinkan pintalan do’a sampai kepada kita dengan cara
yang baik dan kita pun bersyukur mendapatkannya.
Palembang, 08 November 2016
Didalam kamar dengan omandel yang lagi kambuh dan tiupan angin
rindu yang dihembuskan
Jejak Mimpi
Jejak Mimpi




0 komentar:
Posting Komentar