Selasa, 08 November 2016

I keep this love 'about 21' in this photograph

Seberapa penting artinya perayaan ulang tahun bagimu?
Bagiku, tak begitu istimewa, cukup dengan orang-orang yang aku sayang mengingat, mengucapkan, dan berdoa untuk ku.
Ya, setidaknya begitu aku dididik sejak kecil.
Bahkan aku tak ambil pusing dengan hari lahirku. Bagiku, cukup mengingat bahwa kesempatan hidupku berkurang.

Dari tanggal 30 Oktober sampai kemarin 08 November aku dihujani tetes-tetes nikmat-Nya melalui orang-orang yang aku sayang bahkan mereka yang tampak biasa dimataku. Menginjak usia 21 kemarin, ada berbagai hadiah yang kudapat. Bukan boneka imut, apalagi barang mewah. Tapi ini tak dapat dihargai dengan uang. Mendapat kejutan itu biasa sekali, kan? Bagian terharunya, ayah, ibu, dan adik-adik dibanjiri kesibukan, hingga waktu membuatku menunggu mereka. Sempat aku berpikir mereka lupa, sedih dan kecewa bukan main saat itu. Namun, aku salah. Aku mendapat kejutan melalui adik yang mereka bekerjasama untuk membuat aku bahagia hari itu. Jangan protes kalau ini biasa saja ! Sudah kukatakan ini menurutku.

Dari kejauhan sana ada yang mencoba membuat buket bunga dan mengirimkan bingkai foto yang berisikan pose-pose klasik kami. Bukan buket bunganya atau bingkai fotonya yang membuat hatiku luluh, tetapi usahanya untuk membuat dan mempersiapkan dalam kesibukannya. Dan ini, sesuatu yang aku inginkan belakangan ini, Bunga. Begitu bahagia bukan main, ketika aku menerimanya apalagi ini handmade. Jika tak terharu, jangan protes ! ini ceritaku.

Mereka yang tampak biasa dimataku, mempersiapkan suprise berupa kue dan balon-balon yang teramat cantik menirai dinding. Ketika aku ingin meniup lilinnya, teringat kata ayah “Jangan meniru perayaan kaum agama lain, kita ini Islam” langsung aku cabut lilinnya, ya lilin cuma dijadikan simbol saat itu. maafkan aku teman, begitulah aku ditanamkan sejak kecil. Dan kejutan ini, aku gak pernah mengira sebelumnya. Ternyata ada yang begitu  perhatian dan peduli denganku, padahal aku pun tak pernah memberikan informasi hari lahirku di SOSMED, entahlah mereka tau dari  mana, yang pasti ini lagi-lagi membuat aku terharu. Jangan protes, kalau tidak terharu lagi. Ini menurutku!

Di Sabtu dan minggu manis, 3 temen dekat pria ku itu lagi dan lagi membuat aku begitu terharu. Diajak nonton dibayarin, diajak ke BKB, makan, dan naik odong-odong mobil dibayarin, makan di restoran di bayarin. Kompak banget ya kalian gantian-gantian ngebayarinnya?
“Ini sebenernya siapa yang ulang tahun sih? Ko malah kalian yang begitu banyak mengeluarkan duit, yang membuat rencana kesana-kemari demi membuat aku bahagia. Tolong terima duit ini aku mau bayar sendiri soalnya mahal.” Lalu salah satunya menjawab “Biarkan, yang ulang tahun yang seharusnya di bayarin dan dibuat bahagia, sudah seharusnya budaya yang ulang tahun yang neraktir dihilangkan, ini kado dari kita rul” masyaAllah kado yang tak terlihat, namun berbekas. Terimakasih telah membuat aku terharu dengan apa-apa yang kalian lakukan, maaf kalau ini lagi-lagi tidak membuat terharu. Ini menurutku ya!

Lalu, aku dibanjirin pesan-pesan berisi ucapan, foto-foto handmade ucapan dan do’a-do’a dari mereka, bagian terharunya ko bisa ya inget hari ulang tahunku padahal udah gak tercantum infonya di SOSMED? Begitu berharganya ya aku dimata kalian. Aku sangat bersyukur dikelilingi orang-orang yang begitu menyayangiku, maafkan kalau terkadang aku tak peduli bahkan gak peka ternyata ada kalian juga yang menyayangi aku.

Kemarin, pas selesai pulang kuliah dan mau ke perpustakaan ada yang bilang “rul kata ibu kos ada paket” terus aku mikir siapa ya ngirim paket, perasaan aku gak ada mesen apa-apa deh. Dan ternyata... aaaahhh aku begitu sangat terharu, padahal ia dekat teramat dekat malah, kenapa gak ngasih langsung?kenapa harus dipaketin?kan sayang ya ongkosnya hehe. Ini mungkin juga sebagian kejutan kecilnya untukku. Bagian terharunya, lagi-lagi aku dapat handmade, dan ada salam sahabat pesan yang ditulisnya itu. aku gak nyangka, karena semester kemarin pernah nanya:
“sahabat kamu selama ini siapa aja pi?”
“dulu, aku memiliki sahabat, tapi ia mengecewakanku rul. Jadi sampai sekarang aku belum menemukan sahabat yang benar-benaran sahabat, yang mengerti kekurangan aku, yang menerima, dan mendukung aku rul”
“kuliah pun belum ngerasa ada sahabat pi?”
“untuk sejauh ini belum rul, teramat susah aku menjadikan seseorang itu menjadi sahabat aku rul”
Terimakasih nopita, seseorang yang begitu introvert yang suka diam-diam nulis untuk ku. Aku begitu merasa beruntung sekali telah dipertemukan dan didekatkan, maafkan aku kalau aku masih belum menganggapmu sahabat. Karena aku bisa menjadi diri aku sendiri ketika bersama mereka, amel, linda, dan melodiku. Aku ngerasa mereka yang paham betul dengan kepribadian aku. Maaf lagi-lagi aku begitu tak peka. Jika ini tak juga mmbuat terharu biarkan, Jangan Protes! Ini kisahku !

Ini bagian romantisnya, ada yang diam-diam mendo’akan ku disaat hujan di kota hujan. Apa do’anya? Aku tak tahu, kan sudah ku katakan “diam-diam”. Setidaknya aku yakin do’a yang telah ia tiupkan kelangit, kini sedang bertarung diatas sana, entah ia akan membumi atau tidak. Di kejauhan sana, di kondisi yang tidak mumungkinkan sebenarnya, ada yang menelpon dan mengirimkan pesan pengingat hari ulang tahunku. Bagian terharunya, dia memberikan sesuatu yang sangat berharga, yaitu waktunya. Di kondisi yang tak sehat, ia masih berjuang untuk membuat aku bahagia dengan membuat obrolan-obrolan kecil di telepon. “Terimakasih Melodiku itu sangat bearti buat aku”.  Ini romantis dalam sudut pandangku, jadi jangan protes !

21 itu tidak lagi muda dan dikatakan tua pun belum. Siapa yang ingin berman-main dengan usia? Jika saja tahu bahwa hidup adalah perkara yang sulit di duga kira, tentu saja semuanya akan benar-benar memanfaatkan usia sebaik mungkin. Bicara tentang usia, ternyata usia yang paling baru ini menghantarkan saya pada sebuah pemahaman bahwa hidup tidak lagi untuk bermain-main. Saya ingin fokus dan serius melewati sisa usia. Masih banyak kebermanfaatan diri ini yang dipertanyakan. Masih banyak mimpi yang belum jua mampu diselesaikan. Judul-judul buku masih bertumpuk untuk dibaca. Sejuta pemahaman tentang apapun masih setia menunggu untuk dipikirkan. Juga kalimat Cinta dan pesan tersurat dari Semesta yang menanti untuk dilafalkan dan diaplikasikan.

Terimakasih banyak untuk semua yang mengingat hari lahir saya yang jauh dari kata pantas untuk diingat oleh orang-orang yang berharga seperti mereka. Pemberian terbaik mereka adalah do’a yang disisipkn harapan agar menjadi apa saya kelak. Semoga Semesta akan mengirim do’a dan kebaikan kepada pengirim do’a.
Untuk menjadi perempuan yang semakin baik.
Untuk menjadi anak yang berproses untuk bergelar “shalihat”.
Untuk menjadi manusia yang sebermanfaat mungkin.
Untuk menjadi pembelajar yang haus ilmu,
Dan sejatinya menjadi hamba yang taat kepada pencipta-Nya.
Terimakasih dan semoga Allah memberkahi kita semua. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari lahirku, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan kembali”. (QS. Maryam: 33)

Semoga Allah mengizinkan pintalan do’a sampai kepada kita dengan cara yang baik dan kita pun bersyukur mendapatkannya.

Palembang, 08 November 2016
Didalam kamar dengan omandel yang lagi kambuh dan tiupan angin rindu yang dihembuskan
Jejak Mimpi

0 komentar:

Posting Komentar