Kamis, 17 Desember 2015

Sekilas tentang penjejak mimpi

            Namaku Nurul. Saya mahasiswi di salah satu perguruan tinggi, jurusan Psikologi Islam. Setiap kali bertemu temen dan orang baru pasti deh selalu ditanyain:
“kuliah dimana? jurusan apa?”
sebenarnya sih itu pertanyaan yang umum yang sering orang tanyain, “Psikologi Islam” Jawabku dengan nada yang bahagia, bangga, tapi tetep lembut haha...
“Ada ya Psikologi Islam? Apa bedanya jurusan Psikologi dan Psikologi Islam?” Tanyanya dengan mata agak sedikit melotot dengan ekspresi penasaran.
Ini pertanyaan yang udah sekian kali ditanyain sama aku, mungkin psikologi islam belum populer di kalangan umum kali ya, “Psikologi secara umum lebih menganalisis prilaku individu yang tampak secara konvensional berdasarkan teori-teori dalam dunia Psikologi. Sedangkan Psikologi Islam menganalisis prilaku yang tampak secara konvensional terlebih daluhu kemudian dianalisi kembali dengan pendekatan Al-Qur;an dan Hadist, sehingga muncul teori baru dalam dunia Psikologi Islam. Sebenarnya perbedaan tersebut bukan menjadi hal pemisalah, tetapi menjadi sebuah keindahan dalam hidup yang saling melengkapi".
Oke ini udah kepanjangan banget, udah jam berapa? Fokus perkenalan lagi ya..
            Saya anak sulung, perempuan. Saya mempunyai 2 orang adik perempuan dan 1 adik laki-laki, yang pertama jurusan teknik energi, kedua Kelas 7 SMP, dan yang terakhir kelas 2 SD. Untuk perempuan seumuranku, tidak ada yang spesial tentangku. Hobby ku sebenarnya banyak, yang paling utama itu berpetualang sambil jalan-jalan. Ibarat pribahasa Sambil menyelam minum air”. Kenapa aku suka berpetualang? Jawabannya suka banget dengan tantangan, apapun itu. Selain dapat tantangan, ada banyak makna dibalik pertualangan itu yang gak bisa aku dapatkan lewat kegemaranku yang lain. Saya bukan anak yang pintar, apalagi populer di kampus. Saya hanya kenal temen-teman seangkatan, beberapa adik tingkat, kaka tingkat, dan teman seperjuangan di organisasi kampus. Nilai IPK ku rata-rata.
            Saya hanya mempunyai beberapa sahabat karib yang 1 visi, 1 misi, dan 1 hobby. Ku telusuri jalan, kutemukan banyak orang didalamnya, dan sampailah aku dengannya, seorang sahabat baru. Sahabat tapi belum pernah bersua. Aku pun juga bingung dengan persahabatan ini. Apakah ketika berjumpa kita bisa sedekat ini? senyaman ini? tidak canggungkah? Entahlah, saat-saat itu selalu ku nantikan hingga waktu mempertemukan aku dan kamu.
            Hingga kini aku sangat bersyukur dengan keberadaan lingkaran cinta ini. Tetaplah menjadi seorang yang selalu kurindukan kehadiran kalian duhai sahabat-sahabatku. Bertemu dan mengenal kalian bukan sebuah kebetulan. Melalui menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun. Bukan sebuah kebetulan. Ada rekayasa Allah dibalik ini semua. Sadar atau tidak sadar. Menuju tahun ketiga kebersamaan kita melodi mimpi dan menuju tahun ke 5 duhai aagaban. Canda tawa, nestapa, ego, prasangka, menjadi bumbu perjalanan kita. Sahabatku, tak peduli kau anggap aku apa benalu? teman? saudara? keluarga? Atau orang lain yang tak sengaja singgah di perjalanan hidupmu.
Maafkan jika aku sudah terlajur mencintai kalian sebagai saudaraku, dan maaf jika aku belum mempu menjadi seperti yang  kalian mau.


            ***
           Saya adalah seorang penulis amatiran. Melalui blog Jejak Melodi Mimpi ini, saya akan berbagi terkait mimpi, perjalanan dalam hidup pribadi maupun lingkungan disekitar yang terbungkus dalam cerita pendek, puisi maupun opini. Harapannya semoga dengan tulisan yang tak begitu bermakna ini dapat menginspirasi, serta menambah wawasan pembaca karena saya akan banyak menulis fiksi dalam ranah psikologi didalamnya. 

                      Plg, 17 Des 15
                                                                                                                                           Jejak Mimpi

1 komentar:

Ana mengatakan...

maasyaa Allah...so sweet banget kalian ya ^^ wkwk

Posting Komentar