Namaku Nurul. Saya
mahasiswi di salah satu perguruan tinggi, jurusan Psikologi Islam. Setiap kali
bertemu temen dan orang baru pasti deh selalu ditanyain:
“kuliah dimana? jurusan apa?”
sebenarnya sih itu pertanyaan yang
umum yang sering orang tanyain, “Psikologi Islam” Jawabku dengan nada yang bahagia,
bangga, tapi tetep lembut haha...
“Ada ya Psikologi Islam? Apa bedanya
jurusan Psikologi dan Psikologi Islam?” Tanyanya dengan mata agak sedikit melotot
dengan ekspresi penasaran.
Ini pertanyaan yang udah sekian kali
ditanyain sama aku, mungkin psikologi islam belum
populer di kalangan umum kali ya, “Psikologi secara umum lebih
menganalisis prilaku individu yang tampak secara konvensional berdasarkan
teori-teori dalam dunia Psikologi. Sedangkan Psikologi Islam menganalisis prilaku yang tampak secara konvensional terlebih daluhu kemudian dianalisi kembali dengan pendekatan Al-Qur;an dan Hadist, sehingga muncul teori baru dalam dunia Psikologi Islam. Sebenarnya perbedaan tersebut bukan menjadi hal pemisalah, tetapi menjadi sebuah keindahan dalam hidup yang saling melengkapi".
Oke ini udah kepanjangan banget, udah jam berapa? Fokus perkenalan lagi ya..
Oke ini udah kepanjangan banget, udah jam berapa? Fokus perkenalan lagi ya..
Saya anak
sulung, perempuan. Saya mempunyai 2 orang adik perempuan dan 1 adik laki-laki,
yang pertama jurusan teknik energi, kedua Kelas 7 SMP, dan yang terakhir kelas
2 SD. Untuk perempuan seumuranku, tidak ada yang spesial tentangku. Hobby ku
sebenarnya banyak, yang paling utama itu berpetualang sambil jalan-jalan. Ibarat
pribahasa “Sambil menyelam minum air”. Kenapa aku suka berpetualang? Jawabannya
suka banget dengan tantangan, apapun itu. Selain dapat tantangan, ada banyak makna
dibalik pertualangan itu yang gak bisa aku dapatkan lewat kegemaranku yang lain.
Saya bukan anak yang pintar, apalagi populer di kampus. Saya hanya kenal
temen-teman seangkatan, beberapa adik tingkat, kaka tingkat, dan teman
seperjuangan di organisasi kampus. Nilai IPK ku rata-rata.
Saya hanya
mempunyai beberapa sahabat karib yang 1 visi, 1 misi, dan 1 hobby. Ku telusuri
jalan, kutemukan banyak orang didalamnya, dan sampailah aku dengannya, seorang
sahabat baru. Sahabat tapi belum pernah bersua. Aku pun juga bingung dengan
persahabatan ini. Apakah ketika berjumpa kita bisa sedekat ini? senyaman ini?
tidak canggungkah? Entahlah, saat-saat itu selalu ku nantikan hingga waktu
mempertemukan aku dan kamu.
Hingga kini
aku sangat bersyukur dengan keberadaan lingkaran cinta ini. Tetaplah menjadi
seorang yang selalu kurindukan kehadiran kalian duhai sahabat-sahabatku. Bertemu
dan mengenal kalian bukan sebuah kebetulan. Melalui menit demi menit, jam demi
jam, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun. Bukan sebuah kebetulan. Ada rekayasa
Allah dibalik ini semua. Sadar atau tidak sadar. Menuju tahun ketiga kebersamaan
kita melodi mimpi dan menuju tahun ke 5 duhai aagaban. Canda tawa, nestapa,
ego, prasangka, menjadi bumbu perjalanan kita. Sahabatku, tak peduli kau anggap
aku apa benalu? teman? saudara? keluarga? Atau orang lain yang tak sengaja
singgah di perjalanan hidupmu.
Maafkan jika aku sudah terlajur mencintai kalian sebagai
saudaraku, dan maaf jika aku belum mempu menjadi seperti yang kalian mau.
***
Saya adalah
seorang penulis amatiran. Melalui blog Jejak Melodi Mimpi ini, saya akan berbagi
terkait mimpi, perjalanan dalam hidup pribadi maupun lingkungan disekitar yang
terbungkus dalam cerita pendek, puisi maupun opini. Harapannya semoga dengan tulisan
yang tak begitu bermakna ini dapat menginspirasi, serta menambah wawasan pembaca
karena saya akan banyak menulis fiksi dalam ranah psikologi didalamnya.
Plg, 17 Des 15
Jejak Mimpi




1 komentar:
maasyaa Allah...so sweet banget kalian ya ^^ wkwk
Posting Komentar