Jumat, 22 Januari 2016

lagi pengen nulis ini, dan nantikan lanjutan trala nanti malam, segera.....

Saat hati terus berharap, saat harapan terus dilangitkan, saat jarak menghadirkan rindu, dan saat doa menjadi obat rindu terampuh.
Mengapa?karna ketika hati bersama hati yang saling berkomunikasi maka jarak terasa dekat, sangat dekat , hati yang berbicara. Seperti halnya yang kita ketahui, ketika dua orang saling menyimpan amarah, mau sekeras apapun kita berbicara kepadanya, ia semakin jauh, semakin kita berteriak pun masih terasa jauh.

Beruntunglah bagi setiap manusia yang mesih didera kerinduan, ibaratkan tulisan tak berspasi, tak rapi bukan kita melihatnya? Jarak dari kedua kata menjelma kerinduan yang berbatas, tetap bertemu, beriringan, dan saling melengkapi.

Duhai jejak perindu, bersabarlah menanti, bersabarlah menunda cinta itu, karna kau pun akan mendapatkan cinta yang berkualitas yang akan semakin mendekatkanmu dengan-Nya dan dengan bersamanya pun syurga terasa begitu dekat.

Tapi, Duhai penjejak rindu aku khawatir seseorang yang selalu aku langitkan tak mampu menjaga dirinya, berikhtilaat dengan wanita lain, aku tak mampu menerimanya penjejak rindu. Sungguh ketika aku mengetahuinya nanti hati terasa teriris, sayap burung merpati pun terluka perih, bunga-bunga melati dihalaman belakang menjadi layu tak bermekar, dan tanah-tanah pun menjadi gersang. Aku ingin ia terjaga, seperti halnya aku yang berusaha menjaga izzah diri.

Maafkan aku penjejak rindu atas keluhan ku ini, aku tak mempu membendungnya lagi, dan mungkin ini pun khilaf diri yang tak begitu menjaga komunikasi dengannya, hanya dengannya saja. Astaaghfirullah aladzim.. Tapi aku percaya dan yakin takdir Allah pun selalu baik, selalu.. Frame SkenarioNya selalu indah, selalu...

Dan mampukan diri  bertahan dititik riskan ini? Semoga rasa cinta ini tak seperti rasa cinta yang dulu pernah ku tanam, somoga...


llg, 22 jan 16
Jejak Mimpi

0 komentar:

Posting Komentar