"One..two..three..happ..happp...haapp.." Mereka bernyanyi, bermain, berjalan sambil melompat dengan kedua tangan direntangkan ke samping tersusun dengan barisan yang rapi kebelakang. Langkah kaki guru pun terhenti setelah mendengar suara ayunan yang kesat lalu dari kejauhan ia melihat sang nenek tua sedang mendorong ayunan cucunya..ia terbayang seorang ibu yang sedang menggerek gadis kecil yang sedang diikat tangannya, ditutup matanya sambil terus menggerek keatas, suara ayunan dan suara gerekkan itu persis sama.
"Tralaaaa..Tralaaaa...." kepala sekolah memukul bahu trala dengan lembut. Trala pun terbangun dari lamunannya yang cukup lama. Terlihat dari kejauhan sana anak-anak muridnya sedang mentertawakan prilaku Trala yang cukup aneh. Ia tiba-tiba sedang berada di kolam yang tak begitu dalam, dangkal tepat diatas pergelangan kakinya dengan air kolam yang sedikit hijau dipenuhi lumut-lumut hijau.. sang kepala sekolah pun memanggil Trala.. tak tahan melihat prilaku Trala yang aneh akhirnya Trala pun di pecat dari pekerjaannya sebagai guru.
.
Dengan wajah yang datar, tatapan yang kosong, ia berjalan menyusuri jalan kota itu. Mencari tempat berteduh dari dinginnya malam, panasnya matahari,dan basahan titik-titik hujan..
"Pak,apakah apartemen disini ada yang kosong?"
"Ia tentu saja ada, di kamar 45 neng"
Trala pun segera menuju kamar 45, dibukanya pintu, dan ia langsung berbaring di sebuh kasur empuknya.
.
Suara detakkan detik jam terasa begitu keras berbunyi. Tookk...toookkk...tokkk...
Trala menutup telinganya, Trala pun mulai berimajinasi seperti jam itu pun berbicara kepada dirinyaa.. lalu ia bergegas banguunn.. daan... apa yang terjadi? Ia segera memecahkan kaca jendela kamarnya.. dengan kondisi yang baru bangun, dan ia dapatkan tangannya penuh dengan air merah yang melukai tangannya. Ia lihat jam tangannya, lagi-lagi ia seolah mendengar sang jam pun berbicara bahwa ia harus ke dokter.
.
"Apakah kau dapat melihat ini? Apa yang kau lihat Trala" tanya seorang dokter yang dianggap nya adalah seorang dokter yang nyatanya adalah bukan seorang dokter.
"Mata, dengan rambut ikal berwarna merah,menggunakan jas putih" Trala berusaha untuk menjelaskan dengan kondisi mata kiri yang ditutup dan tak mengenakan sebuah kacamata miliknya.
"Baik.. jika yang ini..apa yang kau lihat?"
"Sebuah tangan tepat di depan mulutmu"
"Apakah kau melihat yang lain?"
"Tidakk.."
"Apakah ada ibu, bapak?"
"Tidaakk... anak kecill.."
"Anak kecill...??"
"Apaa....?" Dengan kondisi Trala yang terkejut atas pertanyaan wanita berambut merah. Lalu wanita itu menginginkan Trala mencium bau2 yang berada di dalam sebuah botol. Nampaknya berupa cairan zat kimia. Trala pun mencoba satu persatu, di dua terakhir penciuman Trala menjauhkan botol itu, Trala tak menyukai bau yang berada pada botol itu.
.
Sang dokter pun mempersilahkan Trala untuk duduk di sebuah sofa. Lalu ia melihat jam kembali.. jam tangan itu seolah berbicara kepada Trala.. ia berprilaku aneh..sangat aneeh.. lalu ia kembali tidur pulas di sebuah shofa itu. Wanita berambut merah itu sedang duduk di tempat kerjanya sambil menulis.
"Iaa... apa...?" Trala terbangun terkejut.
"Saya tak berbicara apa-apa, silahkan duduk disini."
"Baik, kenapa saya bisa ada disini dokter?"
"Tanganmu tadi berdarah, lalu kamu ingin datang kepada seorang dokter. Tapi kamu salah ini bukan seorang dokter. Dan tak mengapa kamu tepat datang kesini. Saya adalah nyonya widberg seorang psikiater"
Trala pun kembali melihat jam kembali, lalu sang psikiater menepuk kedua tangannya tepat di depan mata Trala.
"Jangaan... kau jangan melihat jam terus"
"Baik"
"Apakah kamu seperti kehilangan waktumu?"
"Ia, saya yang sedang berada di sebuah tempat tiba-tiba berada ditempat yang lain. Lalu tiba-tiba hari sudah malam nyonya"
Bersambung.....
Penasaran? Ada apa sebenarnya dengan Trala?kenapa Trala melihat anak kecil yang sebenarnya tak ada?mengapa Trala sering kehilangan waktunya? Mengapa Trala tiba-tiba memecahkan kaca jendela kamarnya?mengapa Trala suka tidak sadar dirinya dimana?Nantikan cerita selanjutnya...:)
Plg, 12 Des 15
Jejak Mimpi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar