Sabtu, 23 Januari 2016

Di penghujung Studiku

Assalamu’alaikum Wr. Wb, Semangat pagi di hari Sabtu ini para Perindu Syurga-Nya J
Bagaimana keadaanmu dan keluargamu pekan ini? Teruntuk mahasiswa yang lagi liburan, bagaimana target liburannya? Jangan lupa untuk tetap mengisi target dan menjalankan aktivitas jasadiyah, ruhaniah, dan fikiriahnya ya J

Di hari Sabtu pagi menjelang siang ini, ingin meluangkan waktu, fikiran, dan perasaan buat menulis mengisi waktu kosong sembari menunggu adik-adik pulang sekolah.
Perkenalan sudah kan ya? Saya sekarang udah mau masuk semester 6, huaaa udah tua ya? Udah bakal sibuk dan padet banget nantinya. Akankah masih aktif organisasi seperti dahulu? Akankah masih terus memberikan kontribusi terbaik dan memberi warna di dalam organisasi itu? Akankah masih terus mengunjungi adik-adik RumBel Al-Barokah di Panti Asuhan belakang Kampus?Akankah masih terus menemani dik Ayla melihat langit, dan gumpalan-gumapalan awan, demi menanti tenggelamnya matahari di setiap hari sabtu sore di gedung putih kampus lantai 4 itu? Akankah masih terus bisa jalanin hobby di akhir pekan? Akankah bisa terus menjaga semangat di titik kejenuhan ini? Sungguh aku membutuhkan mereka para pejuang kebaikan yang mempunyai visi yang sama, yang bisa terus saling mengingatkan, menguatkan, dan menyemangatin dikala diri tak bersemangat. Mengingatkan mimpi kita dikala aku mulai melupakannya. Aku sempat menemukan pejuang kebaikan itu, di akhir kepengurusan kemarin para punggawa SOSMAS, aku sungguh mencintai kalian, berat rasanya berpisah. Namun selamat tinggal bukan berarti berpisah selama-lamanya bukan?Ini bisa berarti sampai jumpa dipertemuan selanjutnya nanti, dan ku harap kita masih bisa bersama di naungan Dapartemen itu, semoga...

Hmm ngomong-ngomong tentang dunia perkuliahan, pernah tidak dalam satu waktu, kamu merenungi dirimu sendiri tentang kuliah yang sedang kamu jalani saat ini. Dari ribuan mahasiswa satu angkatan di kampusmu,  apa yang membuatmu berbeda dengan mereka semua?

Apa “nilai lebih” yang kamu miliki dibandingkan dengan ribuan mahasiswa yang lain? Apa yang membuatmu merasa menjadi lebih berharga dan dan kamu merasa layak untuk mendapatkan peluang-peluang bagus setelah lulus nanti?

Lalu, setelah kamu lama merenunginya. Di semester tua yang semakin mencekam karena skripsi atau TA yang menghantui. Ada perasaan menyesal selepas bertahun dikampus dan kamu tidak pernah mengambil peran untuk menjadi apapun. Kamu sibuk dengan dirimu sendiri, pergi pagi dan segera pulang selepas kuliah. Itupun kalau tidak ada ajakan main dan nonton. Malas berorganisasi dan aktif dikegiatan baik di dalam jurusan maupun di luar jurusan. Tidak pernah mengambil kesempatan untuk ikut pertukaran pelajaran. Hampir absen disemua seminar dan kuliah umum di kampus yang diadakan baik oleh himpunan ataupun fakultas karena merasa itu tidak relavan dengan yang kamu pelajari.

Begitu banyak peluang yang datang dan kamu terus melewatkannya hingga tidak terasa penghujung semester telah tiba. Dulu, untuk bergerak keluar dari kamar kos yang nyaman terasa berat. Melawan terik matahari untuk berjalan dari kampus ke perpustakaan pun tidak kuasa. Diajak sedikit pusing memikirkan polemik kampus dan kegiatan kemahasiswaan pun enggan. Tidak pernah menambah jeringan pertemanan di luar kampus lain di luar sana.

Setelah sekian lama kamu merenungi pertanyaan, “ Apa yang membuatmu berbeda dari ribuan mahasiswa lain di satu angkatanmu?”

Presiden mahasiswa itu hanya satu orang, mengapa bukan kamu yang mengambil kesempatan? Kabinet-kabinet BEM itu hanya diisi segelintir orang, mengapa bukan kamu yang mengambil kesepatan? Seminar dan kuliah umum itu pun hanya disediakan kursi untuk sejumlah orang, mengapa bukan kamu yang mengambil kesempatan?

Disaat orang lain yang sebaya denganmu telah melesat begitu jauh. Kamu menyadari ternyata kamu tidak pernah menjadi apa-apa. Kamu tidak bisa menjelaskan apa yang telah kamu ciptakan demi kebaikan banyak hal disekelilingmu.

Dalam 24 jam yang sama. Ada orang yang bisa menyelesaikan  urusannya sendiri dan urusan banyak orang, ada yang bisa menyelesaikan urusannya sendiri, dan yang paling menyedihkan adalah orang yang bahkan menyelesaikan urusannya sendiri pun tidak bisa. Itu dalam 24 jam yang sama.

Maka benar lantunan Ayat-Nya Sebaik-baik manusia adalah manusiayang bermanfaat bagi orang lain. Maka renungkanlah lagi, apa yang sudah kita lakukan selama ini?

Llg, 23 jan 15

Jejak Mimpi

0 komentar:

Posting Komentar